Semula Menumpang, Kini Semua Anggota Harus Miliki Keterampilan Menembak
Naila Nihayah• Rabu, 8 November 2023 | 21:46 WIB
UJI COBA: Kapolresta Magelang, Kapolres Magelang Kota, Dandim 0705/Magelang, dan jajaran forkopimda melakukan penembakan usai peresmian lapangan tembak Sanika Styawada - Naila Nihayah/Radar Jogja
MUNGKID, RADAR JOGJA - Setelah menanti lama, akhirnya Polresta Magelang memiliki lapangan tembak.
Karena sebelumnya, para personel yang hendak latihan menembak, harus menumpang di lapangan tembak milik Yon Armed 3/Naga Pakca maupun Polres Magelang Kota.
Kini, personel Polresta Magelang tidak perlu menumpang lagi karena sudah mempunyai lapangan tembak yang sesuai standar.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Sehingga tercetuslah ide untuk membuat lapangan tembak di lingkungan Mapolresta Magelang. Dia pun menyulap lahan tidur menjadi lapangan tembak.
“Saya berpikir (buat lapangan tembak) dan lihat lahan. Ada tanah kosong. Akhirnya gayung bersambut,” bebernya usai peresmian, Rabu (8/11/2023).
Lapangan tembak itu diberi nama Sanika Styawada. Yang merupakan nama Ikatan Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000/Batalyon Sanika Styawada dari Kapolresta Magelang.
Lapangan ini berukuran 40 x 25 meter persegi. Dengan memakan waktu sekitar tiga bulan.
Mulai dari pembersihan lokasi, pembangunan pagar dinding, hingga beberapa fasilitas pendukungnya.
Ruruh tidak menampik, para personel Polresta Magelang yang hendak latihan menembak, harus menumpang di lapangan tembak instansi lain.
Lebih-lebih, intensitas dan frekuensi latihannya pun cenderung sangat kurang. Tidak bisa se-intens ketika memiliki lapangan tembak sendiri.
Dalam pembangunannya, dia mengundang tim ahli untuk merancang sasaran tembak dengan target statis pada jarak 10 meter, 15 meter, dan 25 meter khusus jenis senjata laras pendek.
Meski lokasinya dekat dengan permukiman, lanjut dia, Polresta Magelang bakal mejamin penuh keselamatan warga sekitar.
Apalagi dinding lapangan tembak sudah dirancang sesuai standar yang belaku menurut Persatuan Berburu dan Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin).
Selain itu, dia juga menambah dua bendera berwarna merah kecil sebagai simbol kegiatan menembak.
Dengan begitu, warga sekitar bisa mengetahui bahwa dengan dikibarkannya bendera merah kecil itu, para personel polisi tengah berlatih menembak.
“Kami juga sudah membuat banner yang berisi beberapa imbauan kepada warga di belakang tembok pembatas. Agar mereka paham kalau kami sedang latihan,” ujarnya.
Ruruh berharap, dengan dibangunnya lapangan tembak ini, para personel polisi dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Terutama dalam meningkatkan kemampuan menembaknya. Lapangan tembak tersebut, juga bisa digunakan oleh lintas instansi.
Termasuk para atlet binaan Pengkab Perbakin Kabupaten Magelang maupun klub menembak lain yang hendak berlatih.
Sementara itu, Ketua Pengkab Perbakin Kabupaten Magelang Singgih Suroso menyambut baik adanya lapangan tembak tersebut.
Sebab, perbakin masih kesulitan terkait fasilitas lapangan tembak untuk cabang olahraga (cabor) menembak. Selama ini, mereka menumpang di Yon Armed 3/Naga Pakca dan kompleks Akmil.
“Kami dari cabor menembak, masih kesulitan karena belum punya lapangan,” terangnya. (aya)