RADAR JOGJA - Kasus bullying atau perundungan di lingkungan sekolah akhir-akhir ini ramai terjadi di sejumlah wilayah. Hal tersebut menjadikan keprihatinan tersendiri bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo Wasit Diono. Dia berpesan supaya tempat seperti toilet terus diawasi.
Dia, sangat menyayangkan hal itu dan berharap tidak akan terjadi lagi di semua level pendidikan termasuk Purworejo. "Kami tentu mengutuk hal itu," katanya Minggu (15/10).
Untuk menghindari adanya tindakan kekerasan tersebut, Dindikbud Purworejo menyiapkan beberapa program. Yaitu, dengan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Polres Purworejo, Kejaksaan, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPPAPMD) Purworejo."Kami mengumpulkan kepala sekolah dan menjadwalkan turun ke bawah untuk melakukan beberapa sosialisasi agar di lapangan tidak terjadi kejadian seperti itu," imbuhnya.
Wasit berharap, semua saling komitmen untuk mencegah perundungan. Dia meminta para guru di Kabupaten Purworejo saat di sekolah memberikan pengawasan yang ekstra sehingga tidak ada peluang apapun untuk melakukan kegiatan kekerasan.
Dikatakan, jam pelajaran merupakan jam yang rawan. Mengingat ada tempat-tempat sepi yang berpeluang terjadinya bullying seperti toilet atau kamar mandi. "Harapan kami, tempat-tempat seperti itu dapat disambangi," pesan Wait.
Menurutnya, tempat-tempat tersebut saat jam istirahat ramai tetapi saat jam istirahat akan sepi. "Sehingga jangan sampai membiarkan tempat-tempat semacam itu bisa menimbulkan peluang terjadi kekerasan. Diminimalisasi," tandas dia. (han/pra)