Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Desa Grenggeng Konsisten Pertahankan Tradisi Menganyam

Muhammad Hafied • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 20:15 WIB

 

POTENSI DESA : Warga Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen terus berinovasi mengembangkan potensi anyaman pandan.ISTIMEWA
POTENSI DESA : Warga Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen terus berinovasi mengembangkan potensi anyaman pandan.ISTIMEWA

 

RADAR JOGJA - Kerajinan anyaman pandan merupakan salah satu potensi unggulan di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Selama ini, besar-kecil pendapatan warga ditopang dari hasil produksi anyaman pandan ini.


Ya, Desa Grenggeng telah dikenal masyarakat luar sebagai penggasil kerajinan anyaman pandan unggulan. Tanah subur penghasil tanaman pandan menjadi potensi tersendiri di desa ini. Sudah sejak lama para warga berinisiatif mengolah tanaman pandan menjadi barang bernilai. Bahkan, hasil produksinya kini mulai dilirik pasar nasional.


Secara administratif, Desa Grenggeng masuk Kecamatan Karanganyar. Terletak sekitar 30 menit dari pusat Kota Kebumen. Desa ini berada paling ujung barat Kecamatan Karanganyar atau berbatasan langsung dengan Kecamatan Gombong. Desa ini merupakan salah satu sentra penghasil anyaman pandan berkualitas di Kebumen.


Kepala Desa Grenggeng Wri Listiawan mengatakan, menganyam pandan sudah cukup melekat bagi sebagian besar warga desanya. Aktivitas menganyam adalah sebuah tradisi yang sulit untuk dihilangkan. Sejak dia kecil sudah ada yang menganyam. “Local wisdom yang sampai sekarang masih bertahan," ungkapnya, Jumat (13/10).


Dari pemerintah desa, selalu memberi dukungan baik berupa anggaran maupun fasilitas lain. Dengan harapan agar para perajin dapat berkembang melalui berbagai inovasi. Dari anyaman pandan, warga lebih berdaya. “Setidaknya bisa membantu ekonomi keluarga," jelasnya.


Salah satu perajin anyaman pandan Muzayanah, 52, mengaku terus melakukan inovasi bersama perajin lain agar hasil produksi anyaman pandan tetap diterima pangsa pasar. Perkembangan produksi anyaman pandan sudah cukup pesat. “Kami menjangkau di Pulau Jawa dan Bali. Ada sebagian ke Kalimantan," katanya.


Ia menjelaskan, proses produksi anyaman pandan hingga barang siap jual terbilang cukup lama. Dimulai dari pemilihan tanaman pandan unggulan. Kemudian, pandan yang dipetik dari kebun warga masuk proses penghalusan secara manual. Berikutnya, baru proses menganyam dan pewarnaan. "Harus telaten betul. Makanya kebanyakan yang bisa itu perempuan," ucap pengurus kelompok usaha produktif (KUP) Margo Rahayu, Desa Grenggeng itu.


Beberapa hasil kerajinan anyaman pandan khas Desa Grenggeng di antaranya tas, dompet, topi, tempat tisu, perkakas rumah tangga dan interior rumah. Harga yang ditawarkan pun bervariatif, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu.”Memakai tangan manual. Benar-benar handmade. Harganya lumayan mahal," jelasnya. (fid/din)

Editor : Satria Pradika
#kebumen #anyaman pandan