Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target PAD Purworejo Meleset, Semester I Baru Capai 36 Persen

M
Penulis: Muhammad Hafied❯
Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati. (M Hafied/Radar Jogja)
Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati. (M Hafied/Radar Jogja)

Advertisement

KEBUMEN - Capaian pendapatanaslidaerah (PAD) Kabupaten Purworejo pada semester pertama 2026 meleset dari target. Bahkan, sebagian dinas penghasil pendapatan daerah belum mampu menyentuh target 50 persen.

Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati mengungkapkan, realisasi PAD hingga pertengahan tahun tercatat masih jauh dari harapan. Kondisi ini menjadi catatan penting komisi agar dinas terkait lebih serius dalam menggali berbagai sumber pendapatan daerah.

"Target yang kami pasang di OPD penghasil pendapatan itu masih jauh," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (28/8/2026).

Dwi menerangkan, dari sekian banyak dinas pengampu pendapatan, bukan berarti seluruhnya meleset dari target. Terdapat dinas dengan kinerja cukup memuaskan. Namun, kembali lagi sebagian besar dinas belum mampu menyentuh target yang ditetapkan.

Ia pun memberikan catatan kepada dua dinas, yaitu Disporapar dan Dishub karena hingga pertengahan tahun capaian PAD paling rendah. 

Advertisement

“Harusnya semester awal sudah mencapai 50 persen. Tapi kenyataan kemarin masih di angka 36 persen," ungkapnya.

Dwi pun menyoroti aksesibilitas destinasi wisata milik daerah belum tergarap optimal. Ia mencontohkan, seperti GuaSeplawan di Kecamatan Kaligesing yang dirasa perlu mendapat ekstra perhatian. Selain itu, dibutuhkan terobosan atau inovasi agar tempat wisata pelat merah dilirik masyarakat luas, baik skala regional maupun mancanegara.

Komisi III, kata Dwi, tak lepas tangan terkait capaian PAD. Pihaknya selalu rutin melakukan monitoring ke lapangan untuk mencari tahu kendala yang dihadapi dalam pengumpulan pajak dan retribusi.

Selain itu DPRD juga terus berkoordinasi dengan dinas teknis yang membidangi pendapatan daerah. "Contoh parkir, dari dinas ingin target Rp 6 miliar lebih. Dengan perhitungan dan situasi kami minta di angka Rp 7 miliar," jelasnya.

Ia mengingatkan, dinas teknis segera menentukan langkah melalui akselerasi penerimaan PAD pada semester kedua tahun 2026. Sebab, capaian PAD memiliki arti penting terhadap kemampuan fiskal daerah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Semangat, Pede dan Pantang Menyerah, 204 Atlet Purworejo Bakal Tampil di Popda Jawa Tengah

Semangat, Pede dan Pantang Menyerah, 204 Atlet Purworejo Bakal Tampil di Popda Jawa Tengah

Prosesi pelepasan atlet Purworejo sebelum mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. (Dokumentasi Prokopim Purworejo)  

Hari Jadi Ke-81 Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Ajak Warga Tinggalkan Ego Sektoral demi Jateng Maju

Hari Jadi Ke-81 Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Ajak Warga Tinggalkan Ego Sektoral demi Jateng Maju

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong saat peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah dalam acara Harmony of Java 2026 di PRPP Semarang.

Batik Hokokai, Jejak Akulturasi Jepang, Tionghoa, dan Jawa di Tengah Masa Pendudukan

Batik Hokokai, Jejak Akulturasi Jepang, Tionghoa, dan Jawa di Tengah Masa Pendudukan

Batik Hokokai menjadi jejak akulturasi budaya Jepang, Tionghoa, dan Jawa. Simak sejarah, motif khas, serta inovasi pagi-sore di balik kain langka ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer