Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Melompat-lompat dalam Bernegara. Ketum PP Muhammadiyah Tanggapi Wacana Pilkada Lewat DPRD

NH
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

MAGELANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD dengan nada hati-hati. Dia menegaskan, setiap perubahan sistem politik yang bersifat struktural harus dikaji secara saksama, objektif, dan melalui proses panjang, bukan didorong oleh reaksi sesaat atas persoalan yang muncul.


Advertisement


Menurut Haedar, pengalaman pascareformasi menunjukkan Indonesia telah melakukan banyak perubahan kebijakan yang fundamental. Namun, tidak sedikit di antaranya justru menimbulkan persoalan baru karena perubahan dilakukan tanpa kajian yang matang dan menyentuh akar masalah. "Tapi tolong semuanya dikaji dengan sungguh-sungguh. Jangan mudah melakukan perubahan kalau tidak melalui proses kajian yang panjang," kata Haedar di Unimma, Kamis (8/1).


Dia menilai, dalam praktik bernegara, sering kali muncul tuntutan perubahan ketika terjadi masalah, tetapi solusi yang ditawarkan tidak selalu menyasar persoalan utama. Haedar mencontohkan, wacana reformasi kepolisian yang kerap bergulir, namun berujung pada perdebatan soal penempatan Polri di bawah kementerian tertentu, tanpa terlebih dahulu menjawab persoalan mendasar yang ingin diselesaikan. "Problem utamanya apa, itu yang sering tidak dijawab. Kita ini suka melompat-lompat, tapi tidak sampai ke akar masalah," ujarnya.


Haedar juga menyinggung pengalaman Indonesia dalam menerapkan otonomi daerah dan pemilihan langsung kepala daerah. Dia mengingatkan, tuntutan otonomi luas yang dulu diperjuangkan kini memunculkan tantangan tersendiri, terutama dalam relasi antara pemerintah pusat dan daerah. "Dulu kita ingin otonomi luas, sekarang baru terasa ada dislokasi antara pusat dan daerah dalam konsep Negara Kesatuan," lontarnya.

Advertisement


Dia juga mengingatkan, dalam konstitusi dan nilai dasar negara, terdapat prinsip permusyawaratan dan perwakilan yang juga menjadi landasan demokrasi Indonesia. Prinsip tersebut, kata dia, pernah menjadi dasar dalam sistem pemilihan tidak langsung yang dijalankan di masa lalu. "Dalam Pancasila disebutkan ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan’. Itu juga bagian dari tradisi demokrasi kita," ucapnya.


Meski demikian, Haedar kembali menekankan, setiap opsi kebijakan harus didasarkan pada kajian yang objektif dan komprehensif. Bukan sekadar respons cepat terhadap problem yang muncul dalam praktik politik elektoral. "Semua harus dikaji secara saksama. Jangan reaktif. Yang paling penting, apa tujuan dan dampaknya bagi kehidupan demokrasi dan kebangsaan kita," tuturnya. (aya)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Haedar Nashir: AI Bisa Ambil Segalanya, Kecuali Kemanusiaan

Haedar Nashir: AI Bisa Ambil Segalanya, Kecuali Kemanusiaan

Haedar Nashir menegaskan AI tidak bisa menggantikan rasa kemanusiaan saat Milad ke-5 dan Wisuda Sarjana ke-2 Universitas Siber Muhammadiyah di Bantul.

Karhutla Bukan Sekadar Bencana Alam, Muhammadiyah Desak Pemerintah Usut Pelaku hingga Korporasi

Karhutla Bukan Sekadar Bencana Alam, Muhammadiyah Desak Pemerintah Usut Pelaku hingga Korporasi

PP Muhammadiyah mendesak pemerintah mengusut tuntas karhutla, termasuk dugaan keterlibatan korporasi dan aparat, serta memprioritaskan keselamatan warga.

Setelah Diresmikan Haedar Nashir, Muhammadiyah Sapen Universal School Disiapkan Jadi SD Berkelas Internasional

Setelah Diresmikan Haedar Nashir, Muhammadiyah Sapen Universal School Disiapkan Jadi SD Berkelas Internasional

Tingginya minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sapen membuat antrean penerimaan siswa baru telah terisi hingga Tahun Ajaran 2031/2032 mendatang, situasi tersebut menjadi salah satu alasan Muhammadiyah ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer