Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Langka, Tabebuya Mekar Tiga Kali Setahun

N
Penulis: Naila Nihayah❯

DAYA TARIK: Bunga tabebuya yang bermekaran di sepanjang median jalan protokol di Magelang. Kondisi ini semakin mempercantik keindahan.Naila Nihayah/Radar Jogja
DAYA TARIK: Bunga tabebuya yang bermekaran di sepanjang median jalan protokol di Magelang. Kondisi ini semakin mempercantik keindahan.Naila Nihayah/Radar Jogja
 


Advertisement


RADAR JOGJA – Ada yang istimewa dari tanaman tabebuya yang ditanam di sejumlah lokasi di Magelang.Umumnya, bunga dari pohon bernama Latin Handroanthus Chrysotrichus ini akan mekar saat musim kemarau. Atau puncaknya sekitar Juli hingga September. Tapi, tahun ini, bunga tabebuya di Magelang mekar tiga kali dalam satu tahun. Dugaannya karena fenomena musim kemarau yang berkepanjangan.

Tanaman yang memiliki kemiripan dengan bunga Sakura ini diketahui tumbuh merata dan menyebar di berbagai titik jalan protokol di Magelang. Termasuk di  sepanjang median jalan mulai dari kawasan Artos Magelang sampai Palbapang, Mungkid. Juga di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penataan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Joni Budi Hermanto menuturkan, mekarnya tabebuya pada bulan ini menandakan fenomena alam yang luar biasa. Lantaran sudah berbunga sebanyak tiga kali dalam satu tahun.

Advertisement

Pada Juni,Juli, dan Agustus-September lalu, pohon itu sudah berbunga. Karena memang periode mekarnya tabebuya lazim terjadi satu hingga dua kali dalam satu tahun. "Saya agak bingung, apakah karena musim kemarau yang berkepanjangan atau karena ditopang kondisi tanaman cukup lama," bebernya, kemarin (10/10).

Dia menduga, fenomena mekarnya tabebuya tiga kali dalam satu tahun ini disebabkan oleh musim kemarau panjang. Sehingga membuat pohon itu berbunga. Sebab, karakteristik tabebuya ini cenderung lebuh berbunga saat cuaca panas.


Penanaman tabebuya mulai dari Artos sampai Palbapang dilakukan sejak 2014 lalu. Sementara di Jalan Pemuda, Muntilan dan Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan ditanam sekitar 2017. "Biasanya (mekar) setahun seklai. Di bulan Juli-Agustus. Tapi, kemarin maju. Di Juni, sudab berbunga," terang Joni.

Advertisement

Sementara pada 2022 lalu, pohon tabebuya di Magelang hanya berbunga sekali. Dia menyebut, kemungkinan pohon itu berbunga dua kali hanya 10 persen saja. Tepatnya pada Juli-Agustus dan September-Oktober. Namun, ketika September sudah turun hujan, praktis bunga tabebuya tidak akan berbunga dua kali. (aya/din)

Advertisement
Editor : Satria Pradika
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

TPS3R dan Bank Sampah  Didorong Mengolah Limbah Sisa MBG

TPS3R dan Bank Sampah  Didorong Mengolah Limbah Sisa MBG

Operasional TPS 3R hingga bank sampah di Bumi Binangun didorong untuk terus berkembang. Salah satunya dengan mengolah limbah dari aktivitas program makan bergizi gratis (MBG). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon P

Kena Tol Jogja-Bawen Pematang Sawah Dibayar Rp 15 Juta, Akan Digunakan untuk Makan   

Kena Tol Jogja-Bawen Pematang Sawah Dibayar Rp 15 Juta, Akan Digunakan untuk Makan  

Kena Tol Jogja-Bawen Pematang Sawah Dibayar Rp 15 Juta, Akan Digunakan untuk Makan  

Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen Tembus 76,64 Persen, Sisakan PR Seksi 5

Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen Tembus 76,64 Persen, Sisakan PR Seksi 5

Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen Tembus 76,64 Persen, Sisakan PR Seksi 5

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer