RADAR JOGJA – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi berjanji menindak tegas segala bentuk premanisme di wilayah Jakarta. Hal itu disampaikan Hengki seusai menangkap 40 orang dari dua kelompok pemuda yang terlibat bentrokan di Mampang, Jakarta Selatan.

“Tidak boleh ada aksi premanisme di DKI Jakarta. Oleh karenanya, kami akan tindak tegas kelompok ini, sebagai bahan pelajaran pada masyarakat, siapa yang bersalah akan kami tindak tegas,” kata Hengki di Jakarta.

Dia mengungkapkan, kedua kelompok pemuda tersebut terlibat bentrokan akibat perebutan penguasaan lahan. Hengki menyesalkan aksi kedua kelompok pemuda tersebut yang melakukan pemukulan di hadapan petugas kepolisian yang berada di lokasi untuk memediasi kedua belah pihak. Dia mengatakan petugas mengamankan sekitar 40 orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut dan tiga orang di antaranya menderita luka-luka.

Atas kejadian tersebut Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan dan personel Brimob mengamankan kedua pihak yang terlibat bentrokan ke Mako Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Hengki mengatakan, kepolisian akan mendalami lebih lanjut mengenai kepemilikan lahan tersebut untuk mencari tahu siapa pihak yang berhak atas lahan tersebut.

Dia berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran kepada semua pihak bahwa tidak boleh ada premanisme di Jakarta dan kejadian serupa tidak boleh terulang. “Sekali lagi Jakarta zero premanisme. Siapapun akan kami sikat. Jadi, tidak boleh ada aksi premanisme di Jakarta,” katanya.

Bentrokan seperti ini tidak boleh berulang dan ini harus memberikan pelajaran pada masyarakat. “Kami jaga Jakarta bersama-sama dan tanggung jawab kita bersama,” ujar Hengki. (*/ila)

Nusantara