RADAR JOGJA – Sterilisasi gereja-gereja di wilayah Polres Sleman telah dilaksanakan oleh personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIJ. Hal ini dilakukaan dalam rangka perayaan Paskah 2022 agar berjalan aman dan terkendali.

“Polda DIJ dan jajaran siap mengamankan perayaan Paskah. Beberapa gereja dilakukan pemeriksaan dan sterilisasi oleh petugas Gegana. Ini untuk memberikan keamanan dan rasa aman jemaat gereja,” ujar Kabid Humas Polda DIJ Kombes Yulianto kepada Radar Jogja kemarin (14/4).

Sterilisasi gereja di wilayah Sleman barat meliputi Gereja St. Yusuf Medari, Gereja St. Petrus dan Paulus Babadan, Gereja Maria Asumta Pakem, Gereja Katholik St. Yohanes Rosul Somohotan Turi, Gereja Aloysius Melati, Gereja St. Lidwina Bedog Gamping, Gereja Maria Asumta Gamping dan Gereja St. Petrus dan Rosul Klepu.

Sedangkan sterilisasi gereja di wilayah Sleman timur meliputi Gereja Keluarga Kudus Banteng Ngaglik, Gereja St. Petrus dan Paulus Minomartani Ngaglik, Gereja St. Yohanes Pringwulung, Gereja Maria Asumta Babarsari, Gereja Tyas Dalem Madurejo Prambanan dan gereja Marganingsih Prambanan.

Sterilisasi menggunakan alat deteksi jibom dan KBR. Hasilnya tidak ditemukan adanya barang atau benda yang diduga sebagai bahan peledak atau bom. Selain itu, juga tidak ditemukan adanya barang yang mengandung bahan kimia, biologi, dan radioaktif berbahaya.

Yulianto mengatakan, dilakukannya pengamanan pada saat pelaksanaan misa dengan harapan perayaan Paskah berjalan aman dan umat melaksanakan ibadah dengan khidmat. “Pada saat pelaksanaan misa, petugas berseragam dan yang tidak berseragam juga akan melakukan pengamanan,” tambah perwira menengah yang pernah menjabat Kapolres Sleman ini.

Terapkan Dua Sistem Pengamanan

Dewan Paroki Gereja Katolik Kristus Raja, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja, menerapkan dua sistem pengamanan dalam ibadah Trihari Suci. Pertama, berkaitan dengan sterilisasi potensi gangguan keamanan. Kedua, penerapan protokol kesehatan (prokes) sebagai antisipasi kembali meluasnya Covid-19.

Wakil Ketua II Dewan sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Paroki Gereja Katolik Kristus Raja Agustinus Windu Aji membenarkan adanya pengamanan selama Trihari Suci. Terkait prokes, jemaat diwajibkan menggunakan masker saat masuk area gereja. Paroki juga menyediakan termometer dengan hand sanitizer otomatis. “Pembatasan masih kami terapkan, tapi kapasitasnya lebih banyak dibanding saat PPKM level empat,” tuturnya kemarin (14/4).

Paroki Gereja Katolik Kristus Raja menerapkan pembatasan sebanyak 50 persen. Sehingga jemaat yang ingin mengikuti peribadatan, jumlahnya dapat mencapai 1.000 orang per sesi. Pengaturan jaga jarak juga diterapkan paroki dengan memasang sekat kain berwarna biru. Peribadatan pun dibagi menjadi tiga sesi, sejak Kamis (14/4) sore sampai Sabtu (16/4). “Kalau yang hari Minggu (17/4) dua sesi,” sebutnya.

Agar peribadatan berjalan kondusif, paroki juga membuat jalur khusus. Dipasang pula tanda panah sebagai penunjuk alur keluar-masuk jemaat. Guna menghindari adanya penumpukan jemaat. Paroki pun memasang QR Code PeduliLindungi. Sebab, gereja ini juga membuka kesempatan bagi jemaat di luar Baciro. “Syaratnya harus bawa pengenal berupa KTP. Supaya memudahkan kalau ada tracing,” ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Keamanan dan Pakai Gereja Kristus Raja Aloysius Yulianto Andre menjelaskan terkait sterilisasi gangguan. Pihaknya meminta kepada Gegana Brimob untuk melakukan sterilisasi Gereja Kristus Raja setiap hari, selama Trihari Suci. “Tujuannya untuk menjaga keamanan selama peribadatan,” lontarnya.

Dibeberkan, petugas melakukan sterilisasi di gereja selama 45 menit, dimulai sekitar pukul 10.00. Sebab tidak diinginkan adanya ada sesuatu yang mencurigakan di gerejanya. Termasuk adanya bahan kimia berbahaya yang tergeletak di Gereja Kristus Raja. “Tadi sudah dipastikan tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Kami juga dibuatkan BAP, aman,” tegasnya. (fat/laz)

Nusantara