RADAR JOGJA – Gedung Data Center Jakarta (Cyber Building 1) baru saja mengalami insiden kebakaran pada Kamis (2/12). Insiden kebakaran sendiri terjadi pukul 12:20 WIB. Kebakaran ini merupakan tragedi terbesar dan terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah dunia internet atau cyber Indonesia yang memakan 2 korban jiwa.

CEO dan Direktur Qwords Rendy Maulana mengatakan kebakaran terjadi di lantai 2 sayap barat gedung Telkom Cyber Data Center. Salah satu titik Point-of-Presence (POP) adalah jaringan milik Qwords.

“Tim Data Center dan staff kantor kami yang berada di lantai 3 melaporkan bahwa terdengar suara dentuman keras sekitar pukul 12:20, lantai gedung terasa bergetar seperti gempa bumi, alarm kebakaran berbunyi, dan petugas keamanan memberi tahu tim kami untuk segera meninggalkan kantor untuk evakuasi,” terangnya.

Rendy juga sempat mendapat video call dari tim di Jakarta pada pukul 12:25 yang menunjukkan bahwa gedung Cyber 1 penuh dengan asap hitam dan mereka harus segera dievakuasi akibat kebakaran tersebut.

“Di saat yang hampir bersamaan, kantor kami di Yogyakarta dan Surabaya mengambil semua kegiatan manusia (human operation) dari kantor Jakarta sebagai bagian dari proses Business Continuity Process. Aktivitas jarak jauh berjalan dengan baik dan lancar karena kami memiliki layanan jaringan yang redundant,” tambah Rendy.

Jaringan redundant sendiri berjalan dengan baik hingga pukul 15.15 WIB, Pemadam Kebakaran perlu mematikan aliran listrik untuk Data Center APJII di lantai 1 untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Data center APJII di Lantai 1 merupakan lokasi point of presence untuk interkonektivitas dan peering untuk Internet Service Provider utama di Indonesia.

“Pada pukul 16:40 WIB akhirnya tim kami diperbolehkan masuk gedung setelah 4 jam lebih menunggu di luar. Tim teknis kami diperbolehkan masuk untuk memeriksa data center dan memeriksa log dan riwayat CCTV untuk memastikan tidak ada pelanggaran keamanan fisik, tidak ada kebakaran di dalam kantor/pusat data kami, dan tidak ada pemadaman jalur listrik di pusat data kami di lantai 3 Gedung Cyber 1,” jelas Rendy.

Data pelanggan sendiri tetap aman dan terus dilakukan pencadangaan data pelanggan secara offline dan online sebagai bagian dari layanan Qwords.

“Selanjutnya kami akan meningkatkan keamanan dan redundansi kami untuk jaringan fisik dan mengembangkan proses bisnis kami di Jakarta dan kota lain. Saat ini kami juga sedang dalam proses membangun DRC untuk backup kami di Jogjakarta. Untuk detailnya akan kami umumkan segera apabila telah selesai,” tutup Rendy. (obi/om9/dwi)

Nusantara