RADAR JOGJA – Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi menegaskan KPK tetap berjalan meski tanpa sosok Novel Baswedan. Dia menjelaskan KPK adalah sebuah institusi yang tidak tergantung pada individu.

Kumbul memastikan upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Termasuk operasi tangkap tangan (OTT) dalam mengungkap sebuah kasus. Semuanya tetap berjalan sesuai dengan acuan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi.

“KPK ini institusi, KPK sudah berjalan sistemnya. KPK tidak pernah bergantung pada satu orang karena KPK milik masyarakat,” jelasnya ditemui usai bimbingan teknis di The Rich Jogja Hotel Sleman, Rabu (17/11).

Setiap staf dan pejabat di KPK, lanjutnya, memiliki tugas pokok fungsi (tupoksi) masing-masing. Dalam menjalankan sistem berkolaborasi. Sehingga tidak hanya bergantung pada satu sosok dalam tubuh KPK.

Dia menjelaskan KPK adalah suatu lembaga yang terdiri dari beragam divisi. Setiap personal dalam divisi memiliki tupoksi masing-masing. Sehingga dia membantah jika KPK hanya bergantung pada satu orang.

“Apakah enggak ada Novel Baswedan enggak ada OTT? Ada, artinya KPK tidak pernah bergantung pada satu orang,” katanya.

Dalam menangani kasus korupsi, KPK tetap menjaga integritas. Termasuk dalam mengawal alur sistem hingga pemilihan penggawa pengisi KPK. Salah satunya dengan adanya tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Para kader yang dipilih kita nanti akan menentukan nasib kita, makanya kita ingatkan. Termasuk pembuat UU (undang-undang) yang milih masyarakat. Itu lah kenapa KPK berkepentingan mengingatkan integritas supaya produk hukumnya tadi untuk kemaslahatan kita,” ujarnya. (dwi)

Nusantara