RADAR JOGJA- Pelaku wisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di tiga kabupaten di wilayah Jateng-DIJ mendapat pelatihan dan sosialisasi tentang pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) dengan kerjasama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kegiatan pelatihan serta sosialisasi tentang pembiayaan UMi tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM. Terutama di sektor pariwisata dan ekraf (parekraf) khususnya di desa penyangga Borobudur Highland. Meliputi tiga kabupaten yakni Kulonprogo, Magelang serta Purworejo.

Adanya kegiatan tersebut, lanjut Suahasil, juga diharapkan mampu meningkatkan value chain atau rantai bisnis para pelaku usaha di sektor parekraf yang kini tengah berkembang pesat. Sehingga harapannya mereka lebih sejahtera dalam hal ekonominya.

“Melalui program pembiayaan UMi sektor Parekraf yang dikelola oleh Kementerian Keuangan artinya pemerintah mendorong peningkatan kapasitas usaha Parekraf sehingga pelaku usaha bisa lebih sejahtera. Tentunya untuk menuju kesana, para pelaku usaha perlu dukungan pembiayaan sehingga pemerintah juga hadir memberikan solusi pembiayaan. Antara lain melalui pinjaman UMi,” jelas Suahasil disela kegiatan sosialisasi UMi, Minggu (15/11).

Direktur Utama BPOB Indah Juanita menyampaikan dengan adanya sinergi dengan BLU-PIP ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pengusaha mikro. Agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan menjadi rantai pasokan kawasan wisata. Khususnya di kawasan sekitar Borobudur Highland.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa di tahun 2022 mendatang BPOB juga akan memulai pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan amenitas. Didalamnya, direncanakan terdapat area UMKM seluas 2,1 hektar dan dapat dimanfaatkan sebagai showcase oleh pelaku usaha mikro di sekitar kawasan Borobudur Higland.

“Sinergi dengan BLU-PIP ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pengusaha mikro di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekitar Borobudur Highland untuk bisa berkembang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara Direktur Utama BLU-PIP Ririn Kadariyah menyampaikan adanya sosialisasi dan pelatihan tersebut diharapkan para pelaku usaha Parekraf memperoleh informasi mengenai alternatif sumber pembiayaan untuk pengembangan usaha. Khususnya yang diberlakukan kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dengan demikian, program sosialisasi dan pelatihan ini mampu menjawab kebutuhan pembiayaan usaha,” katanya. (inu/dwi)

Nusantara