RADAR JOGJA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia kembali menggelar kampanye Cerita Protokol CHSE Event (CERPEN). Kali ini bertempat di Surabaya, Jawa Timur, pada 3 November 2021. Lewat program bertajuk CERPEN, pemerintah daerah berkomitmen tingkatkan penyelenggaraan event lokal dengan mengikuti pedoman dan sertifikasi CHSE.

Dengan target utama masyarakat umum dan media lokal, CERPEN merupakan program sosialisasi kampanye yang bertujuan untuk menghidupkan kembali pariwisata dan industri kreatif dengan mengedepankan protokol kenormalan baru dalam penyelenggaraan event. Sebelumnya, CERPEN telah digelar di beberapa destinasi prioritas Indonesia, di antaranya Medan dan Jogjakarta.

CERPEN yang digelar di Surabaya ini menghadirkan beberapa tokoh terkemuka dan para profesional di bidang kreatif. Mereka berbagi pandangan dan pengalamannya mengenai penyelenggaraan event yang bertanggung jawab di tengah pandemi. Para tokoh yang hadir sebagai pembicara antara lain Direktur Utama Jazz Gunung Indonesia Bagas Indayatmo, Event Director Jember Fashion Carnaval (JFC) David Susilo, SET, MM, dan Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hafiz Agung Rifai.

Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hafiz Agung Rifai mengatakan, Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia merupakan rumah bagi ratusan acara budaya dan pariwisata yang diadakan setiap tahun di Indonesia. Event yang diadakan juga berhasil menarik pengunjung dari seluruh negeri.Sebelum pandemi melanda atau di pada 2019 tercatat 367 acara digelar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Acara seni dan budaya yang terkenal di Jawa Timur di antaranya Jazz Gunung Bromo atau festival jazz internasional tahunan yang digelar selama dua hari di panggung terbuka, dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Acara lainnya yang tak kalah penting ialah  turnamen sepeda internasional yang merupakan bagian dari UCI Asia Tour, International Tour de Banyuwangi Ijen dan parade mode tahunan terbesar di Indonesia, Jember Fashion Carnaval (JFC).

Melalui CERPEN, pemerintah daerah juga mengundang media lokal untuk menyampaikan informasi mengenai pedoman CHSE kepada publik. Pemerintah telah menerbitkan 11 pedoman dan manual Covid-19 terkait industri di situs web CHSE, termasuk di antaranya pedoman untuk menyelenggarakan acara, menyelenggarakan MICE, serta pedoman kesehatan dan keselamatan CHSE di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya

Pedoman ini mencakup apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah acara untuk memastikan keselamatan peserta, serta berbagai faktor risiko yang perlu dipertimbangkan. ”Pedoman dan manual ini hadir untuk memberikan semua pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan acara tatap muka selama pandemi.Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkannya. Dengan protokol CHSE yang berlaku, kami berharap dapat menyaksikan lebih banyak acara dan festival di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Hafiz Agung Rifai.

Event Director JF  David Susilo mengatakan, protokol CHSE akan diterapkan pada parade Jember Fashion Carnaval 2021 mendatang, lewat format hybrid yang memadukan acara online dan luring.

”Kami bersemangat untuk segera menggelar Jember Fashion Carnaval berikutnya di tanggal 20 November, tentunya dengan mengikuti pedoman CHSE. Protokol CHSE yang ketat akan kami terapkan di semua sesi acara, mulai dari pra-acara, acara inti, hingga pasca-acara. Tim kami telah menjalani pelatihan selama tiga bulan, bekerja sama dengan Satgas COVID di daerah untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” ujar David.

Setelah Surabaya, Kemenparekraf juga akan menggelar program CERPEN di Makassar dan Lombok untuk menyosialisasikan protokol CHSE terkait penyelenggaraan acara. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kampanye CHSE, silakan kunjungi chse.kemenparekraf.go.id. (*/ila)

Nusantara