RADAR JOGJA – Dinas Kebudayaan Kota Jogja menyelenggarakan Festival Jogja Kota Tahun 2021 di Embung Giwangan. Festival yang berlangsung 6 dan 7 November 2021 ini menampilkan kreasi 45 artwork dari 45 kalurahan di Kota Jogja. Masing-masing merupakan potensi seni budaya di setiap kalurahan.

Festival Jogja Kota terdiri dari serangkaian acara budaya. Mulai dari Lomba Cipta Ilustrasi Musik Penguatan Citra Budaya Kota Jogja, Festival Permainan Rakyat dan pertunjukan seni. Kegiatan ini juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seniman dan pekerja seni dari Jogjakarta.

“Diantaranya Singgih Sanjaya Orchestra feat Om Wames, Satriya Ayodya Dance, Langen Carita, Bakiak Kreasi, Kroncong R Voice, Jathilan Urban feat DJ Pras, Voice AB, MC Battle Alit dan Trinil akan berkolaborasi dengan pemenang Lomba Pranatacara,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti, Jumat (5/11).

Yetti berharap Festival Jogja Kota menjadi motivasi bagi warga Kota Jogja. Terutama untuk lebih mengapresiasi seni dan budaya yang ada di  Kota Jogja. Sehingga proses pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kota Jogja semakin meningkat.

Yetti menjelaskan detil setiap perlombaan. Lomba Cipta Ilustrasi Musik merupakan kegiatan perlombaan hasil kreasi musik dari masyarakat. Sementara Festival Permainan Rakyat merupakan festival permainan tradisional anak yang masih berkrembang di masyarakat Kota Jogja.

“Festival ini sebagai bentuk pembinaan, pelestarian serta pengembangan kebudayaan khususnya permainan rakyat. Permainan rakyat merupakan salah satu aset budaya yang menjadi ciri khas kebudayaan suatu bangsa. Selain itu juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter,” katanya.

Yetti menambahkan, kebudayaan merupakan produk dari peradaban manusia. Secara langsung membentuk karakter dan perilaku masyarakat didalamnya. Nilai-nilai inilah yang menjadi salah warisan seni dan budaya Kota Jogja.

Dia berharap warga Kota Jogja sebagai subjek atau pelaku kebudayaan memiliki berkontribusi nyata. Terutama dalam upaya pelestarian, pembinaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Menurutnya, kontribusi masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung upaya pemajuan kebudayaan.

“Masyarakat Kota Jogja sebagai pelaku utama harus diposisikan sebagai tokoh utama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian, pembinaan dan pengembangan kebudayaan. Festival Jogja Kota merupakan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dan berkreasi seluas-luasnya dalam koridor pemajuan kebudayaan,” ujarnya. (sce/dwi)

Nusantara