RADAR JOGJA – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) DIJ memiliki stok atlet usia muda melimpah. Targetnya, potensi ini didorong dapat tembus Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 tahun 2024 mendatang. Upaya mengasah kemampuan terus berlangsung secara simultan.

Salah satu potensi adalah atlet yang tampil dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepak Takraw Yunior. Kegiatan ini telah berlangsung di GOR Fajar Grup Sleman.  Tepatnya dari Selasa (19/10) hingga Rabu (20/10).

“Kami sangat bangga dengan kemampuan atlet-atlet muda sepak takraw saat ini. Mereka punya potensi sangat besar untuk terus berkembang. Semuanya punya skill yang baik. PSTI DIJ menyiapkan mereka untuk mampu menembus PON pada 2024,” tegas Ketua PSTI DIJ Syukron Arief Muttaqien usai menutup gelaran Kejurda Rabu (20/10).

Menurutnya, PSTI DIJ bertekad bekerja keras untuk melakukan pembinaan atlet demi meraih prestasi di tingkat nasional. Usia atlet sepak takraw, lanjutnya, tergolong masih sangat muda.

“Kami akan terus bersemangat melakukan pembinaan agar mereka mampu tampil di PON mendatang menjadi bagian kontingen DIJ,” katanya.

Wakil Ketua II PSTI DIJ Danang Agus Yuniarto menyatakan Kejurda kali ini tak sekadar menjadi ajang berkompetesi antar tim sepak takraw. Kejurda ini sekaligus untuk memantau bakat-bakat unggul. Khususnya dari setiap tim yang bertanding.

“Akan ada banyak ajang kejuraan lain yang kami selenggarakan. Semuanya untuk memberikan ruang berkompetisi atlet sepak takraw. Kami berharap banyaknya kejuaraan akan melahirkan atlet berprestasi,” ujar.

Sementara itu, dalam kejurda sepak takraw yang berakhir Rabu (20/10), tim Sleman 1 tampil sebagai juara pertama kategori putra. Juara kedua diraih tim Sleman 2. Sedangkan tim Bantul 3 dan Gungkidul 2 merebut predikat juara ketiga bersama.

Di bagian putri, juara pertama diraih tim Bantul 1. Juara kedua direngkuh tim Gunungkidul 2. Juara ketiga bersama diperoleh tim Gunungkidul 1 dan Bantul 1. (naf/dwi)

Nusantara