RADAR JOGJA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan ada revisi masa karantina wisata mancanegara. Dari awalnya 8 hari menjadi 5 hari. Kebijakan ini diambil berdasarkan arahan dari Presiden Joko Widodo dalam rapat yang digelar, Kamis malam (7/10).

Rapat tersebut juga melibatkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dipastikan kebijakan ini telah menjadi keputusan yang final. Sehingga kebijakan ini telah berlaku secara efektif.

“Kami dapat umumkan untuk pertama kali Bapak Presiden menyampaikan arahan. Dikuatkan pula sudah mendapatkan keyakinan dari Kementerian Kesehatan bahwa karanina diturunkan jadi 5 hari,” jelasnya ditemui di Kampung Wisata Rejowinangun Kotagede, Jumat (8/10).

Pertimbangan utama pemangkasan durasi karantina ini adalah hitungan inkubasi. Catatan terbaru masa rata-rata inkubasi Covid-19 antara 3,7 hari hingga 3,8 hari. Sehingga perhitungan masa karantina 5 hari sudah ideal.

Disatu sisi kebijakan ini tetap membutuhkan penyangga. Berupa peningkatan cakupan vaksinasi, serta capaian testing dan tracing saat ini. Kondisi ini harus stabil agar angka kasus lebih terkendali.

“Berdasarkan data, sekarang inkubasi 3,7 – 3,8 rata-ratanya. Ditambah dengan peningkatan vaksinasi, testing, dan tracing, kami mendapatkan rekomendasi dan sudah diarahkan presiden jadi 5 hari,” katanya.

Walau begitu tetap ada evaluasi atas kebijakan ini. Terlebih perkembangan kasus Covid-19 cenderung dinamis. Kondisi pertambangan kasus setiap harinya akan berbeda.

Dia juga meminta pengawasan selama 5 hari maksimal. Untuk menjamin kondisi kesehatan negatif Covid-19. Selain itu juga para wisatawan mancanegara tak menyalahi aturan karantina.

“Karantina itu memang menjadi benteng kita dan sebetulnya menjadi peluang pariwisata. Ini era baru bagi hotel-hotel menyediakan tempat karantina yang memiliki standar internasional yang layak,” ujarnya.
Kebijakan ini juga dapat menjadi celah bagi pemilik usaha hotel dan penginapan. Memanfaatkan fasilitas sebagai ruang karantina. Termasuk pemanfaatan resort sebagai karantina bagi para pelaku perjalanan luar negeri.

“Saya terpikirnya ada satu tempat didedikasikan jadi tempat karantina. Terpusat dan akan sangat memberikan suatu keleluasan bagi wisatawan yang datang. Lalu selama lima hari itu dipantau kesehatannya tapi tidak membahayakan bagi masyarakat sekitar,” katanya.(Dwi)

Nusantara