RADAR JOGJAOpening ceremony Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 berlangsung sangat meriah dan menarik di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, semalam (2/10).

Pembukaan multievent empat tahunan itu mengusung tema “Papua masa dulu, masa kini, dan masa yang akan datang sebagai momentum kebangkitan anak-anak Papua”.

Upacara pembukaan olahraga terbesar se-Indonesia itu dibuka pukul 19.00 WIT atau 17.00 WIB. Diawali dengan defile atau parade kontingen dan dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Juga dimeriahkan oleh seniman berbakat Papua dan sederet musisi Indonesia.

Kontingen DIJ yang hadir dalam defile mengenakan kostum khusus. Yakni berupa baju jubah batik berwarna coklat. Kostum dikenakan oleh dua perwakilan atlet dari cabang olahraga (cabor) panahan; Prima Wisnu Wardhana dan Odila Zaneta Nur Prasetejo.

Seragam defile tersebut bermakna atlet adalah duta atau utusan. Yang memperjuangkan olahraga dengan semangat mengharumkan nama DIJ.

Karena pandemi Covid-19, acara Opening Ceremony tidak dibuka untuk umum. Kehadiran penonton dibatasi maksimal 25 persen dari 40.000 kapasitas Stadion Lukas Enembe. Adapun PON XX Papua 2021 berlangsung pada 2-15 Oktober 2021.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto yang hadir langsung di Papua memuji acara pembukaan PON XX. Djoko Pekik berujar acara seremoni berlangsung sangat bagus dan mewah. Tidak kalah dengan Asian Games 2018. “Lagu-lagu dan tarian khas Papua tampil di pre opening. Kalau dilihat dari artistik cukup bagus, di setting seperti Asian Games. Defile bagus efisien dan ini hal yang luar biasa,” ujar Djoko Pekik saat dihubungi Radar Jogja semalam.

Di PON kali ini, kontingen DIJ berjumlah 280 orang. Terdiri dari 128 atlet, 54 pelatih, 14 mekanik, dan ofisial kontingen. Kota Gudeg ikut dalam 24 disiplin olahraga dan 106 nomer pertandingan yang tersebar di empat klaster.

Antara lain, Kota Jayapura terdiri dari 26 atlet ,11 pelatih, dan satu mekanik. Lalu, Kabupaten Jayapura 66 atlet, 22 pelatih dan satu mekanik. Kemudian Mimika; 28 atlet, 15 pelatih, dan tujuh mekanik. Terakhir di Merauke ada delapan atlet, lima pelatih, dan lima mekanik. (ard/bah)

Nusantara