RADAR JOGJA- Badan Intelijen Negara (BIN), menggelar vaksinasi massal bagi pelajar dan dan santri serta warga secara Door to Door  di 10 provinsi. Kegiatan ini sebagai bentuk perhatian Badan Intelijen Negara (BIN) kepada sejumlah daerah yang cakupan vakinasinya masih rendah.

Presiden Jokowi didampingi Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengecek vaksinasi secara langsung di SMAN 2 Cilacap.

“Hari ini kita melakukan vaksinasi massal untuk para pelajar dan para santri yang diadakan oleh BIN. Hari ini divaksin 107.000 pelajar dan santri di 10 provinsi,” kata Jokowi di lokasi, Kamis (23/9).

Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan mengatakan sesuai perintah Presiden Joko Widodo, BIN melakukan percepatan vaksinasi, secara door to door, serta pembagian bansos dan vitamin secara serentak di 10 provinsi diantaranya Jateng, Jatim, Sumut, Riau, Lampung, Kalsel, Kaltim, Sulsel, Sulteng, dan Maluku. Hal ini dilakukan agar terciptanya kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Cilacap menjadi salah satu kabupaten yang mendapat perhatian karena laju vaksin di daerah tersebut rendah. Sementara penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap masih belum maksimal, dimana angka kematian cukup tinggi diatas rata-rata nasional (6,32%).

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Medical Intelligence BIN per 22 September 2021, diketahui bahwa dalam periode 2 minggu terakhir kondisi Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan. Namun cakupan vaksinasi di beberapa daerah masih kurang. Misalnya di Cilacap, untuk vaksinasi dosis pertama baru 20,19% dan dosis keduanya hanya 11,50%,”ucap Budi Gunawan.

Budi Gunawan menegaskan, program vaksinasi door to door dan vaksinasi pelajar yang terus BIN lakukan bertujuan untuk memotong dua risiko besar ke depan yaitu adanya kantong-kantong daerah dengan tingkat vaksinasi rendah dan varian Covid-19 yang dapat menghindari imunitas hasil vaksinasi. Selain itu melalui vaksinasi kita dapat memutus mata rantai penularan, menurunkan laju kasus, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19.

Menurutnya, percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat mengakselerasi transisi dari penanganan pandemi ke pengelolaan endemik. BIN memprediksi jika bulan September 2021 kasus Covid-19 tidak melonjak (angka kasus positif harian dikisaran 5 ribu – 7 ribu kasus per hari) dan vaksinasi nasional mencapai 1,5-2 juta per hari, maka transisi pandemi ke endemi dapat dimulai pada bulan Januari 2022.

“Namun jika kasus harian kembali  naik di bulan September 2021 (kisaran 15 ribu – 20 ribu per hari) dan pelaksanaan vaksin booster di bulan Februari 2022, maka transisi baru dapat dimulai pada bulan april 2022.” ucap Budi Gunawan. (sky)

Nusantara