RADAR JOGJA- Sahabat Ganjar siap tempur untuk 2024 dengan mendeklarasikan secara serentak di 17 negara, Minggu (19/9). Setelah mendeklarasikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Deklarasi ini  dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sahabat Ganjar, Lenny Handayani. Deklarasi di 17 negara itu terdiri dari,  Hongkong, Macau, Jepang, Taiwan, Inggris, Singapura, Italia, Belanda, Malaysia, Arab Saudi, Australia, Selandia Baru, USA, Austria, Spanyol, UEA, dan Perancis.

Kepala Redaksi Polhukam LKBN Antara, Sigit Pinardi mengatakan berdasarkan Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 yang dirilis Januari 2021 menunjukkan generasi milenial dan generasi Z menjadi kaum mayoritas populasi Indonesia.

Generasi milenial tercatat sebanyak 25,87 persen, sedangkan generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total penduduk yang mencapai 270,20 juta jiwa.

“Dalam kontestasi elektoral, keberadaan pemilih milenial dan generasi Z ini akan menentukan pada 2024 mendatang. Baik dalam hal keberhasilan pemilu atau partisipasi pemilih maupun penentuan pemimpin bangsa,” kata Sigit Pinardi.

Menurut Sigit Pinardi, ada dua survei yang secara spesifik menyasar generasi milenial dan generasi Z terkait dengan nama-nama potensial calon presiden mendatang, yakni survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis 21 Maret 2021 dan survei Center for Political Communication Studies (CPCS) yang dirilis 15 Juni 2021.

“Hasil survei Indikator menempatkan Anies Baswedan di urutan pertama disusul Ganjar Pranowo di urutan kedua. Sementara di survei CPCS Ganjar berada di urutan pertama disusul Ridwan Kamil,” ucapnya.

Pengamat Politik, Ujang Komarudin mengatakan ,Ganjar Pranowo adalah salah satu politisi dan pejabat daerah yang secara aktif menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan warga.

Ganjar kerap menggunakan akun Instagram-nya untuk membagikan berbagai kegiatannya, dari saat mengunjungi warga, mencicipi kuliner, hingga saat bersepeda.

“Internet kini menjadi salah satu hal penting dalam bermasyarakat seiring dengan berkembangnya teknologi. Internet memunculkan adanya jenis media baru yang dinamakan new media atau media baru, salah satunya adalah media sosial.

“Saat ini, di era media sosial, aktor-aktor politik dapat menggunakan media sosial, baik dalam kampanye maupun untuk mendorong keterlibatan publik terhadap program politik yang sedang dijalankan oleh aktor politik,” katanya Ujang komarudin. (om5/sky)

Nusantara