RADAR JOGJA – Presiden Joko Widodo ( Jokowi)  kembali melakukan tinjauan vaksinasi yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN) di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten, Senin (13/9).

Total sebanyak 58.000 dosis vaksin disertai pembagian bansos dan vitamin diberikan oleh BIN serentak di 10 provinsi. Adapun 10 provinsi tersebut adalah Jateng, Banten, Jabar, Jogjakarta, Jatim, Sumut, Sumbar, Riau, Kaltim dan Sulsel.

Sementara itu, khusus Jawa Tengah vaksinasi akan diberikan oleh petugas Medical Inteligence dari BIN kepada pelajar dan warga di 3 titik. Untuk wilayah Klaten dan Sukoharjo vaksinasi massal dilakukan secara Door To Door (DTD), sedangkan vaksinasi massal untuk pelajar dilaksanakan di SMAN 1 Kartosuro, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar yang diharapkan bisa memberikan perlindungan dan proteksi secara maksimal kepada para pelajar.

“Vaksinasi bagi pelajar ini juga merupakan bagian dari upaya perluasan vaksinasi yang kita lakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, terutama varian delta. Karena kita tahu bahwa Covid ini tidak mungkin akan hilang,” ucap Presiden Jokowi.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan yang turut meninjau acara vaksinasi di Klaten dan Sukoharjo mengatakan, program vaksinasi pelajar merupakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo. “Vaksinasi sendiri bisa menyelamatkan diri pribadi dan keluarga.

Selain itu, dengan dilakukannya program vaksinasi massal yang berkelanjutan, diharapkan target herd immunity pada akhir tahun 2021 sebesar 70 persen dapat tercapai.

Program vaksinasi COVID-19 ini merupakan akselarasi atas capaian program vaksinasi 3 juta dosis per hari dari Pemerintah,”ujar Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. (om4/sky)

Nusantara