RADAR JOGJA – Olahraga bela diri sedang menjadi tren dan digandrungi berbagai kalangan, termasuk masyarakat milenial. Salah satunya olahraga seni bela diri campuran Mixed Martial Arts (MMA) seperti tarung bebas dan muay thai.

Tetapi, olahraga ini justru sudah menjadi kebutuhan utama bagi perempuan pecinta olahraga. Seni bela diri muay thai dinilai terbukti mampu membakar kalori para praktisi yang melakukannya. Terbakarnya kalori ini, berdampak pada penurunan berat badan.

“Kalau saya awalnya tahun 2018 itu, karena setelah melahirkan terus badan gendut. Lewat muay thai ini saya berhasil menurunkan 20 kilogram,” kata pelaku muay thai Geovani Ajeng Finisha kepada Radar Jogja saat ditemui di Jogja BJJ MMA Academy, kemarin (10/9).

Perempuan 33 tahun ini mulai berlatih sejak tiga tahun lalu dengan berlatih privat di Rambo Muay Thai MMA Camp, berlokasi di Parkiran Barat Monumen Jogja Kembali (Monjali). Awal tujuan utama berlatih olahraga yang menuntut kontak fisik itu, memang untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Normal berat badan semula 45 kg, praktis naik 65 kg setelah melahirkan. “Ikut ini terus turun jadi 50 kg, sekarang tinggal manage aja,” ujarnya.

Pencapaian berat badan yang dinilainya sudah ideal, saat ini tinggal menjaga dan terus rutin berlatih. Ia kini hanya rutin berlatih satu kali dalam seminggu, dari sebelumnya rutin dua kali seminggu. Keberhasilannya mencapai tubuh impian dan ideal, tak terlepas dari pelatihnya. Sebab, menurutnya, dalam latihan bela diri ini tentunya perlu dibantu para trainer muay thai agar gerakan yang dilakukan benar dan memberi manfaat ke praktisi.

“Perlu diperhatikan, di muay thai ini berlatihnya dengan pelatih. Biar nggak salah-salah ototnya juga. Setidaknya tahu basic-nya dulu,” jelas warga Sleman ini.

Dikatakan ibu dua anak ini, pada bela diri muay thai gerakan yang dilakukan identik dengan gerakan-gerakan pada bagian lutut, siku, dan gerakan kaki. Hampir semua bagian badan digerakkan, sehingga latihan tidak hanya terfokus pada satu titik bagian tubuh saja.

Tak hanya manfaat dalam hal pembakaran kalori, ternyata dengan latihan bela diri muay thai juga bisa menjadi sarana pelepasan stres atau emosi. “Olahraga ini kan gerak terus, jadi semua bagian tubuh kenceng, terutama lengan, perut, bokong. Terus napasnya kerasa beda. Lebih terkontrol dan nggak gampang capek,” terang instruktur senam aerobik ini.

Kenapa seorang yang pekerjaan utamanya notaris/PPAT ini lebih menyukai muay thai dibandingkan olahraga lain? Dikatakan, selain memberi manfaat pada latihan fisik tubuh, juga bisa memberikan manfaat untuk menjaga diri sendiri.

“Karena kalau kita perempuan nggak punya basic bela diri, kalau ada sesuatu wes takut dan lari dulu. Dengan ini, kita sedikit ada rasa percaya diri bahwa aku bisa melindungi diri sendiri. Sithik-sithik ngerti lah. Dari SMA udah taekwondo, jadi lebih seneng ke arah yang ada unsur bela dirinya,” tambah pemilik toko bunga Geo Florist Jogja ini.

Dia menambahkan, latihan dasar yang dilakukan awal bagi pemula adalah terkait teknik-teknik dasar. Adapun yang perlu dikuasai, yakni stand up, pukulan jab straight yang benar, step by step, kick, elbow, dan knee. Di tahap lanjutan, pelatihan baru dipelajari teknik block, kontrol power, dan kecepatan.
“Saya berlatih untuk sendiri, tapi banyak teman yang ingin diajari. Tapi saya belum mampu karena masih belajar, sampai paham teknik-teknik yang benar,” tambah Geovani. (wia/laz)

Nusantara