RADAR JOGJA – Badan Intelijen Negara (BIN) melanjutkan kegiatan vaksinasi di lingkungan pesantren dan sekolah serta door to door. Kali ini vaksinasi dan penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan vitamin diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Tangerang, Bekasi, dan Trenggalek di Jawa Timur dengan total 7.000 dosis vaksin dan paket bansos.

Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, menuturkan  penularan Covid-19 di kalangan pelajar cenderung naik.  Anak-anak kasus positif yang tertular meningkat, sehingga BIN fokus pada pelajar SMP – SMA dan santri, karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa.

”Vaksinasi akan terus kita lakukan. Sejalan dengan program pemerintah dan kita akan terus mendukung percepatan vaksinasi covid-19 yang bertujuan untuk kesehatan dan keselamatan warga masyarakat,” ujar Budi Gunawan, Minggu (1/8).

Ia memberi pesan kepada masyarakat untuk tidak khawatir karena vaksinasi yang digunakan saat ini aman, halal dan dijamin oleh pemerintah. Terlebih mayoritas masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya vaksin.

Para orang tua dan pelajar SMP-SMA serta santri tidak perlu takut dan khawatir dengan berbagai berita hoax yang beredar di dunia maya. Vaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang lain. Apalagi saat ini belum ada jenis proteksi lain untuk menghadapi Covid-19 sebaik yang diberikan vaksin.

Dengan diselenggarakannya vaksinasi tersebut diharapkan terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity akan lebih cepat sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindung dari virus corona.

Budi berharap vaksinasi massal dan Door to Door ini dapat memicu semangat warga, yang tadinya kurang paham, takut, salah informasi, cemas akan vaksinasi, bisa berubah pikiran dan tergerak untuk ikut vaksinasi.

“Dengan vaksinasi memang bukan berarti tidak terkena Covid-19. Namun, ketika terkena, gejalanya lebih ringan dibanding jika tidak divaksinasi. Jadi, tubuh lebih kebal,” ujar Budi Gunawan.

“Tentunya prorgam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai jenis uji. Karena itu diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster keluarga, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19,” katnya. (Om1/sky)

Nusantara