RADAR JOGJA – Kasus penularan Covid-19 di DIJ kembali memecahkan rekor. Satgas Penanganan Covid-19 DIJ melaporkan tambahan 534 kasus baru terkonfirmasi positif, kemarin(16/6).

Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setprov DIJ Ditya Nanaryo Aji, mengatakan 534 kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 2.022 spesimen dari 1.990 orang. Sehingga, total kasus positif di DIJ sudah tercatat 50.151 kasus. Ditya menjelaskan, seluruh tambahan kasus baru itu tersebar di lima kabupaten dan kota. Kabupaten Sleman tercata penyumbang angka penularan tertinggi Kemarin. Yakni dengan 257 kasus positif baru Covid-19.

Sebagian besar kasus baru yang dilaporkan hari ini merupakan riwayat pelacakan (tracing) kontak kasus positif. Ditya menyebut, setidaknya 436 kasus baru merupakan riwayat tracing. Sedangkan, 75 kasus baru merupakan riwayat periksa mandiri, dua kasus baru dari riwayat skrining karyawan kesehatan dan dua kasus baru memiliki riwayat perjalanan luar daerah. Namun, riwayat dari 19 kasus baru lainnya masih dalam penelusuran. “Kasus aktif juga bertambah, tercatat saat ini ada 4.266 kasus,” ujarnya.

Ditya melanjutkan, sementara untuk jumlah pasien yang sembuh juga bertambah 278 orang pada hari ini. Secara kumulatif, kesembuhan di DIJ sudah tercatat sebesar 44.573 kasus sembuh. Ditya menjelaskan, tambahan 278 kasus sembuh yang dilaporkan hari ini juga tersebar di lima kabupaten/kota. Tertinggi disumbang oleh Sleman dengan 132 kasus sembuh. “Disusul Bantul dengan 73 kasus sembuh, 34 kasus sembuh disumbang Kulon Progo, 33 kasus sembuh dari Jogja dan enam kasus sembuh disumbang Gunungkidul,” jelas Ditya.

Selain itu, penambahan kasus kematian akibat Covid-19 di DIJ juga masih tinggi. Kemarin (16/6) dilaporkan adanya tambahan 15 kasus kematian Covid-19. 15 kasus meninggal dunia ini terdiri dari lima warga Sleman, lima warga Jogjakarta, tiga warga Bantul, satu warga Gunungkidul dan satu warga Kulonprogo. Total kematian Covid-19 di DIJ pun meningkat menjadi 1.312 kasus.

Di Kulonprogo, salah satu yang menjadi perhatian adalah terjadinya klaster penularan di kantor pemerintahan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo. Tercatat sudah ada 19 pegawai di instansi tersebut yang terkonfirmasi positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan, awal penularan terjadinya klaster di kantor Dispar Kulonprogo diketahui pada Jumat (11/6) lalu. Kasus pertama ditemukan dari salah satu pegawai yang menunjukkan gejala ringan Covid-19 dan mendapat hasil positif usai melakukan swab antigen. Uji swab antigen kemudian dilanjutkan ke pegawai lainnya yang merupakan kontak erat kasus pertama. Hasilnya ada sebanyak 19 pegawai lain yang terkonfirmasi positif.

Pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait awal kasus penularan klaster tersebut. Namun pihaknya menyakini bahwa kasus penularan terjadi di luar kantor. Sebab diketahui aktifitas di luar perkantoran pada Dispar cukup banyak sebelum terjadinya klaster. Sementara terkait dengan penyebab klaster di instansi itu, Baning menduga karena kurangnya penerapan protokol kesehatan antarpegawai. Sehingga mempermudah penularan dan membuat puluhan pegawai di instansi tersebut terkonfirmasi Covid-19.

Hingga pertengahan Juni ini gugus tugas telah mencatat tiga kasus penularan di perkantoran. Diantaranya klaster di salah satu sekolah negeri di Wates dengan 10 orang terkonfirmasi positif, lalu klaster kantor bank swasta di Temon dengan 18 kasus positif, serta yang terakhir klaster kantor Dispar dengan 19 orang terkonfirmasi positif. “Harapannya, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Penambahan kasus Covid-19 di Kulonprogo tidak lagi terjadi,” ujarnya. (inu/kur/pra)

Nusantara