RADAR JOGJA – Pejabat penting di lingkungan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul terkonfirmasi Covid-19. Untuk memutus mata rantai penyebaran virus, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait langsung melakukan tracing.

Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, temuan kasus Covid-19 di OPD-nya telah dikomunikasikan dengan atasan. Selasa (15/6) pagi, pihaknya dipanggil Sekda Gunungkidul, Drajad Ruswandono.“Dipanggil untuk diberikan arahan (pasca-temuan kasus Covid-19 di lingkungan dispar),” kata Hary Selasa (15/6).

Dia mengungkapkan dua pejabat penting dispar terkonfirmasi Covid-19 masing-masing Kadispar, Asty Wijayanty dan Kabid Industri Kelembagaan Dispar Gunungkidul, Eli Martono. Keduanya saat ini tengah menjalani isolasi mandiri.
“Sesuai arahan pak sekda, aktivitas pelayanan perkantoran untuk dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.

Selanjutnya, sekda meminta agar segera dilakukan tracing terhadap karyawan yang kontak erat, dengan dilakukan tes di dinkes. ”Arahan itu langsung ditindaklanjuti, dengan puluhan pegawai menjalani rapid anti gen,” terangnya.
Disinggung mengenai penutupan aktivitas objek wisata (obwis), dia mengatakan belum ada arahan dari sekda. ”Belum ada wacana kesana,” terangnya.

Untuk diketahui, dispar selama ini menjadi salah satu andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul. Pada libur lebaran lalu terjadi peningkatan pendapatan dan kunjungan. Total pengunjung sejak 13-23 Mei sebanyak 197.761 orang. Sementara PAD melaui retribusi tiket masuk kawasan wisata mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty meminta kepada semua pihak agar memiliki keinginan yang sama untuk membatasi kegiatan. Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir jangan dianggap remeh. “Patuhi prokes,” imbau Dewi.

Disinggung mengenai dua pejabat dispar yang terkonformasi Covid-19 pihaknya mengaku belum memonitor. Dewi mengaku sedang berada di Jogjakarta kepentingan kedinasan sehingga masih menunggu laporan. (gun/bah)

Nusantara