RADAR JOGJA – Perguruan tinggi di DIJ mulai mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru 2021/22. Salah satu yang jadi poin penting pada tahun ajaran baru nanti adalah kemungkinan melaksanakan perkuliahan tatap muka (PTM).

Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya. PTN tertua di Indonesia ini akan melakukan PTM bauran pada semester gasal tahun akademik 2021/2022. Kegiatan itu diprioritaskan untuk mahasiswa angkatan 2020, angkatan 2021, dan mereka yang membutuhkan kegiatan praktikum, praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyelesaian tugas akhir.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso mengatakan, pelaksanaan kegiatan pembelajaran bauran nantinya tetap melihat dan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan. Ini menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM).

KBM bauran (blended) menjadi prioritas yang dilaksanakan pada semester gasal TA 2021/2022 dengan tetap mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan penerapan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19 secara ketat.
“Kami berharap fakultas dan sekolah menguatkan tim health promoting university (HPU) untuk mendukung tim pelaksana KBM bauran ini. Ini kegiatan untuk mahasiswa-mahasiswa angkatan 2020, 2021 dan mereka-mereka yang memerlukan kegiatan luring untuk mencapai target capaian pembelajaran yang telah ditentukan dalam kurikulum,” katanya.

Bagi mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara bauran, lanjutnya, pihak kampus meminta mahasiswa membawa surat persetujuan dari orang tua atau wali mahasiswa. Untuk tahap awal ini, mahasiswa yang diperbolehkan ikut kuliah secara luring masih diprioritaskan mereka yang berdomisili di DIJ dan sekitarnya.

Persiapan serupa juga dilakukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rektor UNY Sumaryanto menyatakan, saat ini mahasiswanya sangat ingin dilakukan PTM. Pasalnya, mereka sudah sangat bosan untuk kuliah dengan sistem daring. Apalagi mahasiswa angkatan 2020 yang sejauh ini bahkan belum tahu bentuk kampusnya.

Kendati demikian, Sumaryanto juga menyatakan pihaknya masih sangat berhati-hari dalam menyiapkan PTM. Ia masih mengikuti perkembangan kasus Covid-19 yang ada di Indonesia dan di DIJ pada khususnya.
“Ini kan masih prihatin, kita harus jaga lahir batin agar bisa selamat. Kami juga konsultasi terus ke kementerian terkait soal rencana PTM,” tandas Sumaryanto.
Di UNY sendiri mayoritas kegiatan masih dilakukan secara daring. Namun ia menyatakan UNY siap jika sewaktu-waktu perkuliahan tatap muka benar-benar diizinkan. (kur/laz)

Nusantara