RADAR JOGJA – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 jenjang SMP jalur bibit unggul yang seharusnya berlangsung 9-10 Juni, diperpanjang hingga 12 Juni. Hal ini untuk mengakomodasi nilai ASPD yang baru keluar hari ini (11/6).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, disamping ada nilai rapor lima semester yang ditentukan masing-masing sekolah. Penentuan seleksi untuk jalur bibit unggul jenjang SMP ini memang mempertimbangkan dari nilai asesmen standar pendidikan dasar (ASPD).

“Pendaftaran jalur bibit unggul kita perpanjang, ya untuk mengakomodasi nilai ASPD. Kalau nilainya keluar, tinggal input data kembali, gitu aja. Mngubah pilihan boleh,” kata Budi Santosa kemarin (10/6).

Dijelaskan, sebelumnya banyak dikeluhkan dari orang tua wali calon peserta didik baru bahwa pendaftaran jalur bibit unggul ditutup sebelum nilai ASPD keluar. Namun calon siswa baru boleh memilih sekolah yang diminati dulu sembari menunggu nilai ASPD keluar. Hasil dari ASPD baru keluar per hari ini (11/6).

Berbagai masukan pun dipertimbangkan dengan memperpanjang proses pendaftaran sampai 12 Juni pukul 14.00. Dan perubahan pilihan diundur hingga pukul 23.59. “Nanti sudah dengan sistem integrasi. Diinput datanya sudah ada. Orang tua bisa melihat nilai ASPD dan tinggal masukin saja,” ujarnya.

Menurutnya, jalur bibit unggul ini adalah bonus bagi anak-anak yang berprestasi berada pada 10 persen teratas di sekolah masing-masing untuk dapat melaksanakan seleksi. Ketika nanti tidak diterima masih ada zona lain, misalnya zonasi wilayah, zonasi mutu, disabilitas, dan afirmasi.

Bagi warga Kota Jogja, masih bisa melaksanakan dua proses seleksi lagi. Keikutsertaannya pun dinilai cukup tinggi. “Dari 740 peserta yang berhak ikut jalur ini, sudah hampir 600 anak yang mendaftar dan memilih sekolah,” tambah Budi. (wia/laz)

Nusantara