RADAR JOGJA – Pemkab Bantul melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menggencarkan vaksinasi. Optimalisasi dilakukan dengan sistem kejar bola. Datang ke lokasi guna memudahkan target utama yang merupakan lanjut usia (lansia).

Dukuh Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, Sugianto merasa bersyukur. Sebanyak 237 warganya dimudahkan. Lantaran tidak perlu datang jauh ke puskesmas. Tapi tenaga kesehatan (nakes) yang datang ke padukuhannya. “Hari ini ada dari Diskes lewat puskesmas memberi vaksin kepada masyarakat di Wunut,” ujarnya ditemui di sela pengawasan vaksinasi kemarin (10/6).

Selain mengajukan lansia, Sugianto turut mengajukan nama pralansia. Mereka adalah pengurus RT, petugas keamanan padukuhan, dan pengelola destinasi wisata Srikeminut. “Alhamdulillah, masyarakat antusias mengikuti program vaksinasi,” sebutnya.

Salah satu pedagang di Srikeminut, Muryani pun mengaku senang. Sebab perempuan 26 tahun ini mendapat kuota vaksin. “Sangat senang, karena selama ini berjualan di daerah pariwisata. Sangat bersyukur mendapat kuota vaksin. Setelah divaksin semoga lebih baik dan tidak ada lagi korona,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Sriharjo, Titik Istiwayatun Khasanah pun mengharapkan hal yang sama. Vaksinasi dapat membebaskan warganya yang menjadi kelompok rentan dari paparan Covid-19. “Dengan divaksin, menjadikan kekebalan tubuh bagus. Harapannya tidak terkena Covid-19,” ucapnya.

Titik turut mengungkap, vaksinasi juga menyasar kader desa. Sehingga penyelenggaraan vaksinasi di Padukuhan Wunut kemarin, sekaligus memfasilitasi lansia dan kelompok rentan lain di sekitarnya. Ibu-ibu yang jualan di pinggir jalan di area wisata Srikeminut juga vaksin di sini. Dengan harapan dapat memberi rasa aman pada pengunjung. “Termasuk juga tingkat keamanan warga. Jadi ketika sudah bertemu dengan sekian banyak orang, sudah kebal,” cetusnya.

Juru bicara vaksinasi Kabupaten Bantul, dr Abednego Dani Nugroho mengungkap, hampir semua puskesmas di Bumi Projotamansari melakukan jemput bola. Menilik adanya kendala mobilisasi terhadap lansia yang sulit datang ke puskesmas. Sebab lokasi puskesmas yang jauh dari kampungnya. “Kalau diundang, lansia kadang tidak bisa rawuh (datang) ke puskesmas. Jadi puskesmas yang datang langsung ke wilayah,” jelasnya. (fat/pra)

Nusantara