RADAR JOGJA – Tim Search and Rescue (SAR) di Pantai Selatan Gunungkidul ngudoroso atau curhat mengenai kondisi tidak idealnya sarana dan prasarana pendukung penanganan musibah. Di antaranya kerusakan pos pengamanan, dan mobil ambulan yang tidak representatif.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, kerusakan pos pengamanan itu ada di Pantai Wediombo. Tiang penyangga dari beton keropos dan nampak retakan menganga. “Posko yang dibangun sejak 2000 itu kondisinya membahayakan,” kata Sunu Handoko Bayu Sagara kepada Radar Jogja Jumat (4/6).

Selain itu fasilitas mobil ambulans yang digunakan saat ini tidak layak pakai. Dua unit mobil lungsuran atau bekas kecamatan yang disulap menjadi mobil ambulan tidak representatif untuk mengangkut korban jika terjadi musibah.“Apa lagi wilayah pantau kami 16 pantai yang sering dipadati pengunjung setiap akhir pekan. Untuk personel idealnya ada 50 orang, sekarang baru 30 orang,” ujarnya.

Terkait permasalahan itu, pihaknya berencana kirim surat kepada Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Dia berkeyakinan, bupati baru sudha tahu dan segera memperhatikan. Oleh sebab itu pihaknya meminta dukungan. “Besok Senin surat kepada bupati kami kirim,” ucapnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga diutarakan Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono. Posko seperti di Pantai Krakal, Pok Tunggal, Sundak, Sadranan, Watu Kodook, dan Ngrenehan butuh perbaikan. Menurut dia, jumlah personel juga perlu tambahan, saat ini baru 64 orang. “Padahal kami mengawasi 49 pantai. Idealnya setiap pantai dijaga enam orang, karena pengunjung setiap akhir pekan membeludak,” kata Marjono
Tidak hanya itu, papan larangan wisatawan bermain air ataupun berada di sekitar tebing dirasa kurang. Bahkan, obat-obatan saat musim ubur-ubur tiba sangat minim. Belum sampai disitu, alat komunikasi seperti radio tidak ada. “Termasuk kendaraan pemantau atau emergency juga tidak ada,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Ery Agustin mengaku prihatin dengan minimnya fasilitas Tim SAR Satlinmas. Padahal, mereka garda terdepan dalam penyelamatan ribuan wisatawan atas kejdian tidak diinginkan. “Kami minggu depan akan undang OPD yang membidangi SAR yakni Satpol PP. Kasihan to mereka berjuang menyelamatkan wisatawan tetapi fasilitasnya minim,” kata Ery Agustin.

Di bagian lain, Sekretaris Satpol PP Gunungkidul Sri Yudho mengaku terus berupaya melengkapi fasilitas penunjang kinerja tim SAR Satlinmas. Hanya diakui, situasinya terbentur dengan anggaran daerah karena minim. “Tapi tetap akan kami upayakan penambahan fasilitas,” kata Yudho. (gun/pra)

Nusantara