RADAR JOGJA – Sebanyak 253 calon haji (calhaj) asal Kulonprogo yang seharusnya berangkat tahun ini harus kembali tak bisa berangkat ke tanah suci. Dibatalkannya keberangkatan haji kali ini masih sama seperti tahun lalu, yakni karena situasi pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo Ahmad Fauzi mengatakan, dibatalkannya pemberangkatan haji di tahun karena adanya peraturan pemerintah tentang perlindungan bagi warga negara. Yang dimana hal tersebut juga diatur dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Fauzi menerangkan, total ada sebanyak 253 calhaj di Kulonprogo yang ditunda pemberangkatannya pada tahun ini. Jumlah tersebut juga merupakan calhaj yang ditunda ke tanah suci pada tahun 2020 lalu. Sehingga terhitung sudah dua kali pemerintah menunda perjalanan haji karena situasi pandemi Covid-19.

Adanya kondisi tersebut, Fauzi meminta kepada para calhaj untuk tetap bersabar dan berdoa supaya kondisi lekas membaik. Sehingga harapannya pemberangkatan haji bisa dilakukan dalam waktu dekat atau paling tidak tahun depan.

Lebih lanjut, dia menyatakan dari total 253 calhaj yang tertunda keberangkatannya ke tanah suci, lima orang diantarnya telah mencabut biaya pelunasan haji. Dia mengaku tak tahu pasti penyebab pencabutan tersebut. Namun diduga penundaan keberangkatan yang sudah dua tahun ini bisa menjadi salah satu faktornya.

Meski sudah dicabut biaya pelunasannya, Fauzi menyatakan bahwa para calhaj masih tetap bisa ikut dalam pemberangkatan tanah suci di tahun depan. Yakni dengan kembali melunasi bisaya pendaftaran sebagai syarat administrasi.
“Disini yang dicabut hanya biaya pelunasan bukan pendaftaran, sehingga dimungkinkan masih bisa pemberangkatan haji kembali,” katanya.

Fauzi menambahkan, dari total calhaj yang ditunda keberangkatannya di tahun ini ada tiga orang yang meninggal dunia. Dua diantaranya telah menyerahkan jatah haji kepada anaknya. Sementara untuk jumlah tunggu haji, Kemenag Kulonprogo mencatat ada 12.000 orang atau sekitar 30 tahun.

Untuk diketahui, pemerintah pusat resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021. Dimana hal tersebut teratur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada Kamis (3/6) lalu. (inu/bah)

Nusantara