RADAR JOGJA- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto, menyatakan Pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan langkah dalam menyemangati umat khususnya anak-anak untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam berdharmagita setelah bertahun-tahun melakukan pembelajaran dharmagita.

UDG Nasional juga menjadi wahana untuk saling melihat perkembangan dan kemampuan dharmagita masing-masing daerah. Bahkan UDG semi-virtual ini tetap bisa menjadi ajang simakrama secara virtual.

“UDG Nasional semi-virtual bahkan menunjukkan bahwa umat Hindu di seluruh nusantara sangat melek IT dan siap menghadapi tantangan revolusi industry 4.0,”ujarnya.

Tri Handoko menambahkan, puncak acara (UDG) nasional tahun 2021 akan dilangsungkan pada bulan Agustus mendatang. Perlombaan tahun ini dilaksanakan secara daring tidak terpusat seperti sebelumnya lantaran pandemi Covid.

Kali ini, para peserta melakukan perekaman video dari tujuh jenis lomba yakni membaca sloka, lomba menghafal sloka, lomba lomba membaca palawakya, lomba membaca kekawin, Lomba Dharmawacana berbahasa Inggris, lomba Dharmawacana bahasa Indonesia dan lomba nyanyian keagamaan Hindu.

Masing-masing jenis lomba akan dibagi dalam beberapa kategori dengan jumlah total menjadi 25 kategori lomba.

“Perekaman video peserta masing-masing daerah akan mulai dilakukan mulai akhir Juni 2021 dengan provinsi pertama yang akan melakukan perekaman video peserta lomba adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Jawa Tengah pada tanggal 30 Juni 2021 kemarin, dilanjutkan Provinsi Papua dan Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 1 Juli 2021 hari ini.

Sedangkan Provinsi terakhir yang akan melakukan perekaman video peserta adalah Provinsi Banten dan Kalimantan Barat. Total ada 31 Provinsi yang ikut berpartisipasi dalam ajang perlombaan 3 tahunan ini dengan Provinsi Aceh, Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah tidak ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita Nasional, sekaligus Plt Direktur Urusan Agama Hindu Desak Putu Sri Astiti, mengatakan Walaupun berlangsung secara semi virtual, ketua panitia UDG menjamin peserta akan mendapatkan adrenalin perlombaan yang sama seperti perlombaan yang dipusatkan di satu tempat.

“Pengambilan video rekaman peserta di daerahnya masing-masing diupayakan sama percis seperti perlombaan yang dilangsungkan disatu tempat yang sama. Peserta hanya dapat melakukan rekaman sekali dan tidak dapat diulang. Selain itu akan ada petugas dari direktorat yang akan bertugas melakukan pemantauan langsung ke masing-masing daerah.

Petugas pemantau dipilih melalui seleksi ketat sehingga kredibilitasnya terjamin. Selain paham teknis perekaman video juga paham teknis perlombaan,”katanya. (sky)

Nusantara