RADAR JOGJA – Senator DPD RI dari daerah pemilihan DIJ GKR Hemas mengajak di ujung masa  pandemi ini kita harus segera bangkit kembali untuk menunjukkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Sembari tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Belakangan ini, kata dia, semangat kebangsaan dari rakyat Indonesia kembali menurun. Semua orang sudah sibuk dengan urusan dirinya sendiri. Tidak ada yang peduli dengan tetangga atau orang-orang di sekitarnya. Mungkin ini disebabkan karena adanya pandemi, yang memaksa kita untuk memperhatikan ksehatan diri sendiri dan juga berusaha agar dapur tetap mengepul, di tengah dahsyatnya tekanan ekonomi dan masalah kesehatan karena adanya pandemi. “Sangat wajar bila perhatian kita kemudian menjadi terfokus ke dalam. Tapi sayangnya banyak juga yang kemudian menjadi abai, tidak mempedulikan orang lain,” ujarnya dalam sosialisasi Pancasila yang digelar di Joglo Suhartono, Kasihan, Bantul, Sabtu (29/5).

GKR Hemas mencontohkan, sda orang-orang yang merasa sudah divaksin, lalu mengabaikan Protokol Kesehatan. Tidak peduli bahwa orang-orang di sekitarnya masih mungkin tertular. Ada orang yang merasa bisa menyelamatkan usahanya dan juga pekerjaannya. Lupa bahwa semua kegiatan ekonomi juga sangat tergantung pada orang lain. “Di sinilah rasa kebangsaan kita diuji,” tegasnya.

Isteri Gubernur DIJ itu menyebut, semangat kemanusiaan yang adil dan beradab harus ditunjukkan. Semangat Persatuan Indonesia harus diperlihatkan. Semangat keadilan sosial harus diwujudkan. Pancasila menuntut kita untuk selalu peka terhadap hak-hak orang lain di sekitarnya. “Jangan sampai kita menyulitkan orang lain karena kita sudah merasa bebas merdeka, dan mempunyai kekuatan untuk berdiri sendiri,” pesannya.

Ibu lima puteri itu memberikan beberapa hal untuk memacu kembali semangat kebangsaan ini.  Pertama, kata dia, mulailah dari hal-hal yang kecil. Biasakan diri untuk mendengarkan lagu kebangsaan, ikuti semua lirik lagunya, hayati maknanya. Ambil sikap sempurna bayangkan bagaimana pendahulu harus berjuang merebut kemerdekaan. “Jangan lupa pula untuk mendengarkan atau memutar lagu-lagu perjuangan dan lagu nasional yang lain,” ungkapnya.

Kemudian, terapkan pada diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar  . Ajak anak, saudara, adik-adik  dan tetangga untuk berpartisipasi mencintai bangsa, mempertahankan persatuan. “Kita harus memberi contoh bagaimana harus menghormati Indonesia Raya, menghormati Merah Putih, menghormati Garuda Pancasila dan simbol-simbol negara yang lain,” jelasnya.

Yang terakhir, tambah dia, jauhkan diri dari organisasi terlarang dan kelompok-kelompok yang menentang Pancasila. Menurut Hemas, banyak orang yang mengatas namakan agama untuk kepentingan kelompok atau diri sendiri. Mereka membawa nama Tuhan untuk keuntungan pribadi. “Hal inilah yang harus kita hindari, apalagi organisasi yang sering melakukan kekerasan, intoleransi dan mendukung terorisme,” kata ibu lima puteri itu. (pra)

Nusantara