RADAR JOGJA – Dalam suasana Ramadan, LKP Matematika Indonesia menggelar bakti sosial dengan membagikan beras dan takjil sebanyak 200 paket kepada sopir angkuta di Wonogiri serta warga ekonomi lemah yang terdampak covid-19.

Kegiatan berlangsung di Kantor LKP Matematika Indonesia Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri Kamis (6/5).

Pimpinan LKP Matematika Indonesia Setiawan menyampaikan rasa prihatin dan  ikut merasakan bagaimana  dampak dari covid-19 ini bagi keluarga yang kurang mampu, khususnya pekerja harian.

“Baksos ini diharapkan dapat sedikit membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” katanya.

Setiawan menambahkan, kegiatan bakti sosial yang dilaksankan oleh LKP Matematika Indonesia rutin dilaksanakan setiap tahun. Termasuk bantuan untuk korban bencana alam. Baksos oleh LKP Matematika Indonesia diselanggarakan  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebelum mengambil bantuan, para sopir maupun warga diwajibkan memakai masker. Bagi yang belum memakai masker akan diberikan oleh tim dari LKP Matematika Indonesia. “Diberikan pula hand sanitizer, adanya pengecekan suhu tubuh, serta penerapan pembatasan jarak fisik,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan sosial adalah Heru Wijanarko Agung ,44, sopir angkuta di Wonogiri warga Semin Wetan RT 002 RW 002 Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri mengaku sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Dalam kondisi covid-19 sekarang ini ia menyampaikan keadaan perekonomian sangat sulit sekali.

Ketua Paguyuban Angkuta Wonogiri, Suprapto,57, mengatakan, kondisi sebelum pandemi covid-19 angkuta Wonogiri masih eksis. Masih bisa untuk mencari rejeki guna menyekolahkan anak serta mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tetapi setelah kondisi pandemi covid-19 ini dampaknya sangat luar biasa yaitu pendapatan menurun drastis.

Dalam sehari untuk mencari uang Rp100.000 susah. Padahal untuk membeli BBM dalam sehari paling tidak Rp 50.000. “Bayangkan uang Rp 100.000 untuk beli BBM Rp 50.000 sisanya Rp 50.000. Dari sisa uang tersebut masih digunakan untuk setoran. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan sekarang tinggal kurang lebih 60 armada yang masih aktif,” jelasnya.

Kegiatan baksos dihadiri pula oleh anggota dari Polsek Wonogiri Kota serta tim kesehatan dari Puskesmas Wonogiri 1. Suprapto pun mewakili rekan-rekan sopir angkuta Wonogiri sangat berterima kasih kepada LKP Matematika Indonesia yang sudah memberi kontribusi berwujud beras dan takjil kepada sopir angkuta Wonogiri.

“Semoga kegiatan semacam ini dapat berlanjut. Selesai pembagian bantuan sosial kepada sopir angkutan dilanjutkan pembagian kepada juru parkir,” katanya. (om3/sky)

Nusantara