RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie mengungkapkan antusias aparatur sipil negara (ASN) mengikuti vaksinasi snagat tinggi. Terbukti dengan capaian hari pertama mencapai 2.306 orang tervaksin. Sementara untuk target harian mencapai 2.400 orang.

Program vaksinasi massal kali ini memang diikuti para ASN yang berdinas di Jogjakarta. Baik para ASN dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ maupun vertical. Adapula yang berasal dari sejumlah lembaga khusus di Jogjakarta.

“Untuk hari pertama hampir mencapai target data awal. Jadi memang bentuk serangkaian vaksinasi massal bagi ASN dan lembaga khusus. Berlangsung hingga 19 Maret di Jogja Expo Center,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan, Selasa (16/3).

Pembajoen menambahkan, “Dinkes DIJ menargetkan lebih dari 11 ribu orang tervaksin dalam program ini. Dia berharap minat mengikuti vaksin tetap tinggi hingga program berakhir. Terlebih sasaran ini adalah ASN sebagai pelayan publik.

Pembajoen menuturkan potensi paparan Covid-19 masih sangat tinggi. Bahkan tak sedikit muncul kasus dalam organisasi pemerintah daerah (OPD). Hingga akhirnya terpaksa ditutup sebagai wujud sterilisasi ruang kerja.

Ini merupakan tanggungjawab bersama. ASN sebagai pelayan masyarakat tentu juga harus sehat. Agar masyarakat juga merasa lebih aman dan nyaman saat berinteraksi,” katanya.

Sementara hingga saat ini Pembajoen memastikan belum ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Terutama munculnya alergi sedang hingga berat di penerima vaksin. Jikalau muncul pusing, pegal dan demam masih dalam batas wajar.

Dia berpesan agar para ASN tetap memperhatikan kesehatan sebelum dan sesudah vaksinasi. Tujuannya agar tubuh tetap segar dan fit setelah mendapat vaksin. Selain itu juga tetap menjaga protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

“Hingga saat ini belum ditemukan adanya KIPI. Semua sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya