RADAR JOGJA – Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) dan influencer Dokter Tirta termasuk di antara 10 tokoh di Sleman yang disuntik vaksin perdana kemarin (14/1). Bagaimana pengakuan mereka usai mendapatkan vaksin Covid-19 ini?

Tepat pukul 10.50 atau sekitar 40 menit usai dilakukan vaksin, SP mengaku tidak merasakan efek samping, seperti gatal maupun pegal-pegal. “Rasanya biasa saja,” ujar SP usai mendapatkan vaksin Covid-19 di Puskesmas Ngemplak 2.

Ia mengasumsikan, rasa sakit saat melakukan vaksin adalah seperti digigit semut. Hal ini juga serupa dengan pemberian vaksin cacar saat ia duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut saat akan mendapatkan vaksin Covid-19. Mengingat vaksin sudah memiliki izin dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI.

Vaksinasi saat ini, kata SP, adalah upaya pencegahan untuk menekan penularan virus korona. Karena hingga saat ini belum ada obat yang disarankan World Health Organization (WHO) untuk menyembuhkan Covid-19. Sehingga, penggunaan vaksin yang ada adalah langkah untuk bisa membuat kekebalan imun tubuh melawan virus Covid-19. “Setelah divaksin, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat agar penyebaran bisa dikendalikan,” jelasnya.

Meskipun saat ini baru 12.380 masyarakat Sleman yang akan menerima vaksin khususnya SDM kesehatan, SP berharap setidaknya 70 persen penduduk Sleman bisa divaksin secara bertahap. Nantinya, masyarakat bisa melakukan vaksin di 25 puskesmas, 24 rumah sakit dan tiga klinik yang ditunjuk. “Jadi tidak perlu khawatir untuk vaksin di puskesmas. Ini saya juga vaksinnya di puskesmas,” tutur SP.

Sementara itu, tokoh lain yang juga masuk tahap pertama vaksinasi adalah Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Dokter Tirta. Ia mengaku siap divaksin karena Sinovac sudah terjamin uji klinis tahap ketiga oleh Biofarma dan BPOM.

Efikasi sebesar 65,3 persen dan kelebihan Sinovac adalah pada KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) di bawah 1 persen. Dengan disuntik vaksin Sinovac, perburukan kondisi saat terkena Covid-19 akan tiga kali lebih rendah.
Terkait memilih Puskesmas Ngemplak 2 Sleman, Dokter Tirta mengaku karena puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan di masyarakat. Sebelumnya, ia sempat mendapatkan tawaran untuk bisa mendapatkan vaksin di Istana Negara Jakarta, bersama Presiden Joko Widodo.

“Namun setelah berdiskusi, alangkah lebih elok kalau nakes-nakes anak muda disuntiknya di puskesmas, agar menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,” katanya.
Vaksin Sinovac, lanjut dr Tirta, akan efektif setelah dua kali disuntikkan. Usai menerima suntikan pertama, masyarakat juga harus tetap menjaga prokes ketat. Karena antibodi sedang berproses. “Masih resiko kena Covid-19 karena kita ada antibodi baru. Kita tunggu dua minggu dulu, jadi bukan berarti menang,” ungkapnya.

Saat ini ia masih terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meyakinkan keamanan vaksin. Masyarakat yang masih tidak percaya, dikarenakan Covid-19 masih dianggap bagian dari konspirasi bisnis. Masalah lainnya adalah banyak hoks yang beredar terkait vaksin. “Tinggal edukasi masyarakat, mereka takut karena tidak melihat. Dengan adanya denda, rakyat akan antipati,” beber Tirta. (eno/laz)

Nusantara