RADAR JOGJA – Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Djoko Pekik Irianto mengusulkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dapat dimajukan. Sebab, ajang multievent empat tahunan itu berdekatan dengan agenda SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam.

Awalnya, PON dijadwalkan berlangsung 20 Oktober-2 November. Tapi mundur menjadi Oktober 2021 karena pandemi Covid-19. Sedangkan SEA Games dimulai pada 21 November sampai 2 Desember.

Menurut Djoko jeda kedua ajang tersebut dinilai kurang ideal karena waktu recovery atlet yang minim. Yakni hanya satu bulan. Dikhawatirkan waktu yang mepet dapat berdampak pada prestasi atlet Indonesia di SEA Games. “Kalau dari jadwal pelaksanaan kompetisi itu terlalu dekat. Sehingga nanti kalau diantara dua event tetap seperti ini, bisa dipastikan berdampak pada prestasi Indonesia,” ujarnya kemarin (23/12).

Terlebih, atlet yang akan berlaga di SEA Games juga akan turun di PON membela daerah masing-masing. Hal itu karena tidak ada aturan baik dari PB cabor maupun KONI Pusat yang melarang atlet Pelatnas untuk turun di PON. “Logikanya atlet-atlet elit yang saat ini di Pelatnas akan turun semua di PON. Kalau seperti itu puncak prestasi atlet pasti akan ditumpahkan di PON,” ujar Ketua Umum KONI DIJ itu.

Djoko menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan usulan pada KONI Pusat dan KOI. Yakni meminta pelaksanaan SEA Games Hanoi mundur atau memajukan PON XX Papua. “Karena Olimpiade itu juga mundur apa tidak jadi kami minta SEA Games itu dimundurkan juga ke 2022 awal misalnya. Sehingga PON bisa terlaksana dengan bagus dan prestasi di SEA Games juga demikian,” ucap Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.”Misal PON dimajukan sedikit ke bulan September 2021 seperti penyelenggaraan PON sebelumnya yang mengacu pada Haornas 9 September, jadi lumayan ada jeda waktu dua bulan,” imbuhnya.

Nah, jika satu dari dua opsi tersebut disetujui, Djoko menilai hal itu tidak terlalu memengaruhi persiapan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON DIJ maupun daerah lain. Lagipula, semua provinsi baru akan ancang-ancang memulai latihan new normal pada Januari 2021 mendatang.

Sementara itu, pelatih Puslatda Taekwondo DIJ Ragil Atmaja berujar seandainya PON dimajukan pihaknya tak mempermasalahkan. Tim Taekwondo akan tetap siap untuk bertanding ke PON. “Dari taekwondo jika memang diamajukan kami pasti akan merubah program latihan. Kalau ditanya siap apa tidak, InsyaAllah kami siap,” paparnya. (ard/pra)

Nusantara