RADAR JOGJA- Kalangan pengusaha di kawasan Malioboro menyatakan tidak setuju dengan rencana penutupan Maliobor pada akhir tahun mendatang.
Koordinator PPMAY Karyanto Yudomulyono mengatakan, “Sebaiknya Malioboro jangan di-lockdown pada 31 Desember nanti. Alangkah bagus lalu lintas dibuka seperti biasanya dan semua PKL yang seperti biasanya buka dari pagi jam 7.30 WIB sampai malam serta serentak tutup jam 22.00 WIB,” kata
Karyanto menambahkan sejumlah toko di Malioboro sudah berusaha menjaga protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer yang sering dipakai oleh pengunjung atau pula wisawatan yang lewat di sekitaran toko.
Di sisi lain tidak semua toko buka penuh. Ada juga toko yang hanya beroperasi selama 10 jam.
Tak hanya itu, rencana penutupan Malioboro dirasa juga akan memberatkan para pelaku usaha.
“Kehidupan toko makin berat dan kewajiban kita sebagai pemilik toko yang makin lama makin berat menanggung ongkos atau biaya hidup. Apakah itu juga sudah dipikir oleh teman-teman DPRD,” tambahnya.
“Harusnya toko di Malioboro yang harus diperhatikan dan dijaga kelestarian oleh DPRD karena toko di Malioboro sudah ada sejak dulu dan menjadi satu dengan perkembangan Malioboro,”
Pungkasnya. (sky)

Nusantara