RADAR JOGJA – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Sleman semakin dekat. Tahapan demi tahapan pilkada telah dilalui. Distribusi logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dilaksanakan pada 7 Desember mendatang.

Mengingat Pilkada yang digelar 9 Desember mendatang itu di tengah Pandemi Covid-19 juga di tengah musim penghujan. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sleman ingatkan logistik harus aman, tetap sasaran dan tepat waktu.
Ketua Bawaslu Sleman Abdul Karim Mustofa mengatakan, logistik harus ter-packing dengan baik. Tepat prosedur jumlah dan posisi. Jumlah logistik disesuaikan TPS masing-masing. Ditambah 2,5 persen untuk kebutuhan tambahan. ”Distribusi logistik harus tepat posisi, agar tidak ada logistik yang terdistribusikan salah alamat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tepat posisi harus sesuai dengan TPS sasaran. Jangan sampai keliru mendistribusikan di TPS luar wilayah Sleman. Mengingat hajatan demokrasi ini diselenggarakan di wilayah lain di DIJ. Begitu juga proses ke pemilihan jangan sampai suara kabupaten lain masuk ke Sleman.

Berbeda dari Pemilu 2019, distribusi logistik kali ini menjadi hal baru. Sebab disertai tambahan alat pelundung diri (APD). Sehingga saat pendistribusian TPS masing-masing, Panitia Pengawas kecamatan (Panwascam) akan menanyakan kembali perihal kelengkapan tersebut. ”Demikian pula dengan waktu penjadwalan. Pendistribusian harus tepat waktu,” katanya.

Dikatakan, hak pilih sepenuhnya ditangan masyarakat. Perihal hak pilih ini harus diupayakan semaksimal mungkin. Hak pilih harus dijaga. Jika pemilih sedang menjalani karantina atau isolasi mandiri, maka tugas panitialah yang berupaya masuk. “Atau jika belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) ya DPTb tambahan,” terangnya.

Dia berharap KPU berusaha semaksimal mungkin sosialisasi dan menerapkan taktis protokol kesehatan.

Koordinator Devisi Hukum Bawaslu Kabupaten sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar menambahkan, terkait persiapan pengawasan, Bawaslu sudah mempersiapkan APD bagi jajaran pengawas Pemilu. Mulai dari pengawas TPS sampai Bawaslu Kabupaten.

Kebutuhan baju hazmat saat melakukan pengawasan pemungutan suara bagi pasien Covid-19 maupun isdolasi mandiri juga sudah disiapkan. “Masih menunggu kepastian jumlah titik TPS keliling yang hendak ditetapkan KPU bagi pasien Covid-19 dan pemilih yang isolasi mandiri tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya KPU Sleman menetapkan DPT 2020 sebanyak 792.925, 1.225 TPS, 14.875 KKPS. Sementara logistik per TPS rinciannya, satu kotak suara, dua botol tinta, satu botol disinfektan, face shield tiap anggota KPPS. Satu thermogun, handsanitizer, satu semprotan, fasilitas cuci tangan, sarung tangan bagi KPPS dan sarung tangan sekali pakai untuk pemilih (mel/bah)

Nusantara