RADAR JOGJA – Mareta Angel membantah sosok inisial MA dalam pemberitaan prostitusi online adalah dirinya. Diketahui bahwa publik dihebohkan penangkapan perempuan berinisial ST dan MA. Keduanya terlibat dalam transaksi prostitusi online atas ungkap kasus Polsek Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Langkah hukum akan diambil olehnya. Berupa pelaporan sejumlah akun sosial media, terutama akun Twitter bernama @BanyuSadewa. Akun inilah yang pertama kali mengunggah namanya secara jelas. Menuduh sebagai pelaku prostitusi online yang ditangkap. 

“Benar akan saya laporkan beberapa akun sosial media, terutama akun Twitter simpenan pejabat @BanyuSadewa. Akun ini menuduh saya sebagai sosok berinisial MA. Menyebutkan nama lengkap dan asal (daerah) saya,” tegasnya, Jumat (27/11).

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun @BanyuSadewa secara jelas menyebut dua nama. Sosok inisial ST disebutkan bernama asli Shoumaya Tazkiyyah. Sementara MA disebutkan sebagai Mareta Angel.

“Merasa dirugikan secara imateril, karena privasi terganggu semua. Sempat cek sepertinya postingan sudah tidak ada, tapi saya masih menyimpan bukti postingan itu. Tetap laporkan,” katanya.

Ibu rumah tangga ini terkejut rekan dan saudara menanyakan kabarnya. Mulai dari keberadaan hingga penangkapan di Polek Tanjung Priuk. Sesaat kemudian beredar tangkapan layar milik akun Twitter @BanyuSadewa. 

Saat informasi beredar, faktanya Mareta berada di kediamannya. Tak ingin berlarut, dia langsung mengecek mesin pencari dunia maya. Saat mengetikan namanya, ternyata langsung tertaut pada penangkapan pelaku prostitusi online. 

“Langsung buka instagram banyak banget yang menyerbu. Netizen semua dan penuh dengan hujatan,. Browsing google dan keluar foto dan berita yang tidak sepatutnya,” ujarnya.

Situasi ini tak hanya berdampak pada keluarga kecilnya. Sang ibunda juga mendapatkan pertanyaan yang sama. Alhasil informasi samar ini menjadi pembahasan keluarga besar.

Mareta menyayangkan banyaknya hujatan yang masuk ke akun sosial media miliknya. Padahal pelaku aslinya telah diamankan oleh Polsek Tanjung Priuk. Artinya, jelas sosok inisial MA itu bukanlah dirinya.

“Saya mohon untuk Polsek Tanjung Priuk dan bapak Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priuk segera membuka sosok inisial MA yang sebenarnya. Agar tidak ada kesimpangsiuran bahwasanya itu saya. Saya juga mohon netizen jangan asal menghujat dan judge, harus konfirmasi lagi yang dimaksud MA itu siapa,” curhatnya.(dwi/tif)

Nusantara