RADAR JOGJA-Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional, Gubernur Jawa Barat meluncurkan program rumah bersubsidi.Program bernama Bakti Padamu Guru, menawarkan rumah dengan cicilan Rp900 ribu per bulan. Bagi para guru,PNS maupun honorer. Termasuk pegawai sekolah lainnya se-Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  mengatakan “Semoga para guru semakin sejahtera. Bisa tinggal di rumah sendiri. Tidak mengontrak lagi,” kata lelaki akrab disapa Kang Emil, di sela acara penandatanganan kerja sama antara Bank BJB dan Pengembang Indonesia, selaku developer rumah bersubsidi, Rabu (25/11).Kang Emil mengingatkan para guru yang tertarik, bisa langsung menghubungi Dinas Pendidikan (Disdik) kota/kabupaten.

“Sementara kami siapkan 17 lokasi perumahan,Tekad  Bangun 20.000 Unit       Rumah , “imbuhnya.

Ketua Pengembang Indonesia Jawa Barat, Rayhan Nuradithia W mengungkapkan, provinsi Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terpadat di Indonesia. Mencapai 49,94 juta jiwa. Jawa Barat juga menjadi provinsi terbanyak menyerap fasilitas rumah subsidi, sebesar 32,76 persen dari jumlah KPR subsidi yang disalurkan secara nasional.“Tetapi, masih ada backlog, kebutuhan rumah yang belum terpenuhi, sebanyak 3,5 juta unit,” jelasnya.

Rayhan menambahkan , Pengembang Indonesia Jawa Barat bertekad merealisasikan 20.000 unit rumah pada tahun 2021. Mereka optimis, karena Pengembang Indonesia selalu berinovasi memenuhi kebutuhan semua pihak. Terutama menyangkut ekosistem bisnis perumahan.“Menuju target program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi,” tegasnya.

Program Rumah Bakti Padamu Guru, adalah sumbangsih kita semua terhadap pahlawan tanpa tanda jasa; para guru yang telah berkontribusi memajukan generasi bangsa.

Realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi guru menawarkan uang muka ringan. Sekitar 1-5 persen dari harga jual. Subsidi uang muka sebesar Rp4 juta. Suku bunga rendah, 5 persen. Angsuran kisaran Rp800 ribu – Rp900 ribu. Jangka waktu 20 tahun. Maksimal debitur bergaji Rp8 juta.“Rumah yang disediakan mulai tipe 21 sampai 36. Luas tanah maksimal 72 meter persegi. Harga jual per unit maksimal Rp150 juta,” beber Rayhan.

Sebanyak 17 lokasi perumahan meliputi Kota Banjar, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran. (*/naf/sky)

Nusantara