RADAR JOGJA – Pemda Provinsi Jabar berupaya membangun destinasi wisata melalui investasi skala kecil seharga satu unit rumah. Sebanyak 76 proyek investasi pariwisata di Jabar ditawarkan kepada investor dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (17/11).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak investor berskala kecil dan besar untuk berinvestasi di proyek-proyek pariwisata. “Ada banyak titik dan tempat wisata baru di Jawa Barat yang akan dilelangkan untuk investasi pariwisata,” tulis Kang Emil.

Perlu diketahui, minat wisatawan nusantara berwisata di Jabar sangat tinggi. Pada 2019, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jabar mencapai 62 juta orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih menjelaskan, tidak harus dengan modal besar seperti Disneyland. “Panggung untuk selfie sebetulnya sudah bisa kembangkan pariwisata,” ungkapnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Herawanto menyebut langkah Pemda Provinsi Jabar tersebut sebagai inovasi yang menarik. Investasi paket murah menjadi strategi jitu menarik penanam modal dalam negeri (PMDN) yang saat ini volumenya lebih kecil dibandingkan penanam modal asing (PMA). Dalam situasi tertentu misalnya negara sedang dalam goncangan politik ekonomi, PDMN biasanya lebih setia dibandingkan PMA yang biasanya memindahkan dana ke negara lain.

“Itu suatu hal yang sebenarnya inovasi yang harus ditawarkan. Ini investor domestik akan sangat cocok. Bukan bangun hotel. Tadi gambaran beliau (Gubernur Jabar) ada bukit di atasnya ada tempat foto selfie. Bikin tempat foto selfie itu di bawah Rp500 juta atau seharga rumah, dan bisa menghasilkan uang,” paparnya. (*/asa/ila)

Nusantara