RADAR JOGJA – Pada masa wabah pemerintahan terus-menerus memberi beberapa peraturan dalam penanganan Covid-19. Termasuk perihal ini dikerjakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI keluarkan fatwa serta pedoman melaksanakan pengurusan, penguburan sampai pemakaman mayat Covid-19. Seperti ini tertuang dalam fatwa MUI No 18 Tahun 2020 mengenai dasar pengurusan mayat (Tajhiz Al-Jana’iz) muslim yang terkena Covid-19.

Dalam fatwa MUI ini diterangkan berkenaan dasar pengurusan mayat kaum muslim yang terkena Covid-19. Dimulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan sampai menguburkan mayat yang meninggal dunia karena terkena Covid-19.

Ada poin 6 fatwa MUI ini disebut jika dasar menguburkan mayat yang terkena Covid-19 dikerjakan sebagai berikut ini:

a. Dikerjakan sesuai ketetapan syariah serta prosedur klinis.

b. Dikerjakan dengan masukkan mayat bersama petinya ke dalam liang lahat tak perlu buka peti, plastik, serta kafan.

c. Penguburan beberapa mayat pada sebuah liang lahat diizinkan sebab darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah) seperti ditata dalam ketetapan fatwa MUI nomor 34 tahun 2004 mengenai Pengurusan Mayat (Tajhiz al-Jana’iz) Dalam Kondisi Darurat.

Sedangkan Kementerian Agama Republik Indonesia lewat Direktur Jenderal Bimbingan Islam keluarkan surat selebaran khusus penangnan mayat terkena virus corona.

Dasar itu tercantum pada Surat Selebaran dengan Nomor P003/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 perombakan atas Surat Selebaran Nomor P-002/DJ.III/Hk.00.7/03/2020 Mengenai Perlakuan Covid-19 Pada Tempat Khalayak.

Dalam Ketetapan Huruf E angka 4 berkenaan Anjuran Prosedur Pengurusan Mayat Pasien Covid-19, diterangkan pada point (c) berkenaan penguburan mayat. Ketetapannya yaitu:

1. Mayat harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter.

2. Sesudah seluruh mekanisme mayat dikerjakan secara baik, karena itu pihak keluarga bisa turun dalam penguburan mayat.

3. Penguburan beberapa mayat pada sebuah liang lahat diizinkan karerna darurat.

4. Sesudah pengafanan usai, mayat dimasukkan pada dalam peti mayat yang tidak tembus air serta udara dengan dimiringkan ke kanan. Dengan begitu, waktu dikuburkan mayat menghadap menuju kiblat.

5. Penguburan mayat dengan memasukkan mayat bersama petinya ke dalam liang lahat tak perlu buka peti, plastik serta kain kafan.

6. Penguburan mayat bisa dikerjakan pada tempat pemakaman umum

Kecuali pengurusannya, ada pula fatwa MUI mengenai penguburan muslim mayat Covid-19.

1. Kifayah

Pertama, menguburkan mayat muslim ialah wajib kifayah. Disamping itu, pemerintahan harus sediakan tempat untuk pemakaman umum.

2. Diizinkan menyiapkan tempat

Ke-2 , tiap orang muslim bisa mempersiapkan tempat khusus untuk tempat dikuburkan waktu ia wafat. Disamping itu, muslim bisa berwasiat untuk dikuburkan dalam tempat tertentu sejauh tidak mempersulit.

3. Jual-beli tempat makam

Ke-3 , jual-beli tempat untuk kebutuhan makam diizinkan dengan ketetapan:

– Ketentuan serta rukun jual-beli tercukupi, dikerjakan dengan konsep sederhana;

– Tidak mendorong adanya tabdzir, israf, serta tindakan sia-sia, yang mengalihkan dari tuntunan Islam;
– Kavling makam tidak bersatu di antara muslim serta non-Muslim;
– Pengaturan serta pengurusannya digerakkan sesuai ketetapan syari’ah;
– Tidak membatasi hak orang untuk mendapatkan layanan penguburan;
– Jual-beli serta usaha tempat untuk kebutuhan makam eksklusif yang ada unsur tabdzir serta israf hukumnya haram.

4. Makam dipisah dari non muslim

Saat sebelum berlangsungnya pandemi Covid-19, pemakaman mayat muslim harus juga dibagi dari non muslim.

Sebagaimana hal ini tertera pada fatwa MUI No 9 tahun 2014, pemakaman muslim jangan bersatu dengan pemakaman non muslim.

Harus dipahami, sekarang ini banyak penyedia pemakaman spesial muslim. Bahkan juga, sekarang peminatnya makin tinggi dengan ide yang sama syariat hukum Islam. Sama seperti yang difasilitaskan Taman Penyemayaman Islam Al Azhar Memorial Garden.

Di Taman Pemakaman Islam Al Azhar, di depan tiap makam ada walkway, hingga tiap makam dapat terhindar dari larangan-larangan itu.

Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden yang berada di Karawang alami peningkatan berarti penjualan di tahun 2020 ini meskipun keadaan perekonomian Indonesia memburuk sebab ada Covid-19.

Sebuah survei yang dikerjakan ke customer memperlihatkan ada lima fakta kenapa orang beli kavling tempat makam khusus muslim yang dikelola secara profesional, seperti pada Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden.

“Fakta yang terbanyak dikatakan ke kami ialah keluarga ingin memberi penghormatan terakhir yang terbaik untuk orang yang disayangi,” kata GM Sales Al Azhar Memorial Garden Harry Efriyal.

Fakta ke-2 orang mem-booking kavling tempat makam jauh hari sebagai persiapan atau warisan jika terjadi kedukaan.

Ke-3 , sebagai fakta ialah tak perlu cemas ada makam keluarga yang dibongkar atau ditimpa seseorang jika kelak telah tidak lagi ada yang mengurus.

Pasalnya , ini kerap berlangsung di sejumlah pemakaman umum langsung membongkar makam bila keluarga lupa lakukan memperpanjang biaya sewa tempat makam.

“Akan ada masa, di mana keluarga tidak ingat kembali jika ada makam kakek atau buyut di satu tempat, tidak terawat selanjutnya hilang,” ujarnya.

“Dengan pengelolaan secara profesional, keluarga tak perlu khawatir adanya risiko semacam ini sebab tempat di Taman Pemakaman Islam Al Azhar dikelola di bawah Yayasan Pesantren Islam Al Azhar,” kata Harry.

Dengan lengkapnya sarana yang dibutuhkan peziarah seperti tenda serta bangunan khusus untuk tempat berkumpul keluarga. Disamping itu, adanya ide makam dalam taman ini membuat peziarah merasai keadaan asri.

Salah satunya rutinitas warga Indonesia biasanya ialah lakukan ziarah atau berkunjung ke makam-makam keluarga.

Oleh karenanya, tempat pemakaman sebaiknya memberi situasi yang menyenangkan untuk beberapa peziarah. Dengan landscape yang cantik serta ide makam dalam taman, Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden memberi situasi yang tenteram serta tidak menakutkan untuk peziarah.

Dengan area yang bisa dicapai lewat akses tol Layang Jakarta-Cikampek, karena itu Taman Pemakaman Islam Al Azhar benar-benar gampang dijangkau baik dari Jakarta atau Bandung.

Paling akhir, customer juga tertarik sebab ada penawaran biaya kavling 1 kali, tanpa biaya perpanjangan sewa tempat serta gratis perawatan rumput selama-lamanya.

Nusantara