RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menerapkan program konsultasi ke sekolah sebagai pendamping belajar mengajar secara daring selama pandemi Covid-19. Program ini ditujukan bagi para siswa SD dan SMP, dua kali dalam seminggu bagi setiap siswa.

Sekretaris Disdikpora Bantul Ris Widodo menjelaskan, program ini diwajibkan bagi seluruh sekolah yang setiap siswa hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit per pertemuan. Namun sekolah tidak bisa mewajibkan kepada para siswanya.

“Artinya bagi para orang tua siswa yang merasa keberatan anaknya untuk mengikutinya karena alasan pandemi, sekolah juga harus mengizinkannya,” jelasnya, Senin (9/11).

Tujuan program ini guna memberi kesempatan untuk pihak sekolah dan para siswa untuk melakukan konsultasi dan koordinasi. Sehingga proses belajar mengajar dengan sistem daring tidak mengalami kesulitan, serta lebih terarah dan efisien.

“Sebenarnya sudah ada beberapa sekolah yang terlebih dahulu menerapkan program ini. Tetapi diberlakukannya secara resmi mulai 1 November 2020,” ujarnya.

Belajar mengajar secara tatap muka di Bantul direncanakan mulai awal 2021. Setelah melalui konsultasi dengan Sekda Bantul yang juga Ketua Gugus Tugas Pemberantasan Covid-19 Helmi Jamharis dan Pjs Bupati Budi Wibowo. Namun, kepala sekolah, guru dan karyawan serta para siswa harus menaati protokol kesehatan yang berlaku.

“Mengenai sarana dan prasarana untuk tertib protokoler kesehatan sudah tersedia dan relatif mencukupi. Artinya, anggarannya yang diperlukan sudah disediakan,” tandasnya. (sky/tif)

Nusantara