RADAR JOGJA – Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar acara pameran Edu Health Fair 2020. Acara ini sebagai upaya mengenalkan potensi Lembaga Pendidikan di bawah naungan Kementerian Kesehatan. Poltekkes Kemenkes misalnya, telah menunjukkan perkembangan pesat. Menghasilkan lulusan tenaga kesehatan, produk, dan inovasi dari penelitian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan, Pusdik SDMK, Kementerian Kesehatan RI, Dr. Akemat, S.Kp, Mkep mengatakan pameran Edu Health Fair merupakan agenda tahunan sejak 2018. Tahun ini pameran dilaksanakan Kamis-Jumat (5- 6 November 2020). Pameran bertema ‘’Poltekkes Kemenkes Era 4.0: Menembus Batas dan Produktif di Era Adaptasi Kebiasaan Baru.’’

Edu Health Fair tahun ini mengusung konsep hybrid event. Mengombinasikan interaksi langsung melalui event secara on-site di Mall Taman Anggrek Jakarta, dan interaksi digital (online) melalui platform website eduhealthfair.id. Pameran on-site digelar dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat. Pameran digelar pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

‘’Berbagai kegiatan akan dilaksanakan dalam Edu Health Fair 2020 ini. Di antaranya Pemeran Lembaga Pendidikan di bawah naungan Kementerian Kesehatan, Pameran Produk Kesehatan, talkshow/seminar dan berbagai kompetisi/lomba,’’ kata Akemat.

Edu Health Fair 2020 diharapkan menjadi ruang bertemunya elemen di civitas pendidikan, kepemerintahan, dan industri. Sehingga tercipta peluang-peluang kolaborasi dalam pengembangan sektor kesehatan di Indonesia. Registrasi peserta melalui website www.EduHealthFair.id untuk menghadiri pameran secara onsite maupun secara online.

Dikatakan, pameran tersebut diharapkan daat memberikan solusi soal tingginya persaingan perguruan tinggi mendapatkan mahasiswa, kebimbangan lulusan SMA memilih jurusan, dan terbatasnya pengetahuan calon mahasiswa, guru pembimbing, hingga orangtua terhadap program studi/jurusan di lembaga pendidikan kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan.

‘’Indonesia memiliki 38 Poltekkes yang tersebar di seluruh Indonesia. Terdiri dari 21 macam jurusan dan memiliki delapan bidang unggulan yang menghasilkan 22 ribu lulusan tenaga kesehatan terampil setiap tahun,’’ ujar Akemat.

Rangkaian acara Edu Health Fair berupa berbagai macam acara. Di antaranya talkshow, kompetisi, lomba, dan hiburan. Dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru, acara dilaksanakan secara on-site dengan peserta terbatas dan dilaksanakan secara online menggunakan fasilitas aplikasi pertemuan untuk menjangkau peserta lebih banyak.

Pada Kamis (5/11/2020) digelar talk show I pukul  13.00-14.30 WIB. Temanya ‘’Berbakti Kepada Negeri Melalui Dunia Kesehatan’’. Dengan narasumber tenaga kesehatan yang berprestasi dan mengabdikan diri di fasilitas pelayanan kesehatan.

Talk show II (5/11/2020) pukul 15.30-17.00 WIB. Bertema “Peluang Masa Depan Dunia Kesehatan”. Dengan narasumber alumni Poltekkes yang berkarir di luar negeri. Membahas seputar pengalaman dan standard kompetensi tenaga kesehatan di luar negeri.

Pada talks show III, Jumat (6/11/2020) digelar pukul 10.00-11.30 WIB. Bertema “Gelar Inovasi Poltekkes Kemenkes”. Menghadirkan narasumber tim atau Poltekkes yang memiliki inovasi di bidang alat kesehatan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Talk show IV (6/11/2020) bertema “Manajemen Kecemasan di Masa Pandemi”. Dengan narasumber praktisi, ahli NLP/Hypnoteraphy, untuk membagikan pengetahuan manajemen diri di masa pandemi.

Sedangkan lomba yang akan melengkapi acara Edu Health Fair 2020 berupa kompetisi band antar Poltekkes Kemenkes, kompetisi Produk Inovasi antar Poltekkes Kemenkes, kompetisi foto untuk umum bertema “Adaptasi Kebiasaan Baru”,  dan “Penanganan Pandemi COVID-19”. Kemudian ada kompetisi Poster Infografis antar Poltekkes Kemenkes bertema “Pencegahan Penyebaran Pandemi COVID-19”, “Adaptasi Kebiasaan Baru”, dan “Stunting”. Ada pula kompetisi video edukasi untuk umum bertema “Promosi Kesehatan dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru” serta lomba kreasi vocal grup virtual kolase untuk umum. (*)

Nusantara