RADAR JOGJA – Gending Ladran Gajah Seno mengantar kepergian dalang wayang kulit Ki Seno Nugroho. Ini sesuai dengan permintaan almarhum sang dalang semasa hidupnya. Apabila meninggal, ingin peristirahatan terakhirnya diiringi dengan Gending Jawa ini.

Gending mulai dimainkan saat prosesi pemberangkatan jenazah. Suara gamelan berpadu dengan suara sinden yang tergabung dalam Margo Laras. Sesaat kemudian, tangis para pengrawit dan sinden pecah. Bertepatan dengan pemberangkatan jenasah menuju makam Semaki Umbulharjo Kota Jogja, gending berhenti berkumandang.

BACA JUGA : Ki Seno Nugroho Alami Penyumbatan Saluran Jantung

“Tentang iringan Gending, baru tahu dari teman Margo Laras. Cerita 2 hingga 3 tahun lalu saat gending bunyi, Ki Seno kirim pesan ke grup. Kalau saya meninggal tolong diiringi dengan gending ini. Tapi saat itu tidak terpikirkan karena mendoakan agar dan tidak kejadian seperti itu,” jelas komposer Gending Ladran Gajah Seno, Joko Porong ditemui di kediaman rumah duka Dusun Gayam, Argosari, Sedayu Bantul, Rabu pagi (4/11).

Gending Ladran Gajah Seno sendiri tercipta tiga tahun lalu. Gending ini awalnya menjadi pengiring saat Ki Seno Nugroho istirahat di tengah mendalang. Tujuannya agar tak ada celah kosong selama sang dalang mengistirahatkan tubuh sejenak.

Nusantara