RADAR JOGJA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Puri Gedeh, Kota Semarang, Minggu (25/10). Apakah mereka membicarakan kontestasi Pemilihan Presiden 2024?

Ridwan Kamil mengatakan pertemuan dirinya bersama Ganjar jauh dari urusan pembicaraan politik.

Meski pada hari yang sama pertemuan, keduanya muncul dalam lembaga survei Indikator.

“Pembicaraanya seratus persen kepramukaan dan Covid-19,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (26/10/2020).

Menurutnya, jika Atalia Ridwan Kamil bukan sebagai Ketua Kwarda Jawa Barat, maka dirinya belum tentu mengiringi kepergian ke Semarang. Posisi istri Ganjar yang juga Ketua Kwarda Jateng membuat pertemuan kedua tokoh tidak terelakkan.

“Survei mah setiap dua bulan berganti, ada naik ada turun itu biasa. Kemarin betul lebih karena kalau istri dilepas sendiri, kan bahaya. Jadi saya menemani, memastikan pembicaraan terkait kepramukaan berjalan baik. Tidak ada sedikitpun pembicaraan mengenai politik,” tegasnya.

Kang Emil menerangkan Jawa Barat dan Jawa Tengah memiliki kesamaan geografis.

Dalam penanganan Covid-19 pihaknya bersama Ganjar membahas terkait antisipasi libur panjang pekan ini.

“Beliau berpesan membantu menyisir pemudik asal Jateng di Jabar,” katanya.

Permintaan ini, sambung Kang Emil, sudah pas dengan rencana pihaknya bersama Kapolda Jabar untuk menggelar tes Covid-19 secara acak di ruas tol.

“Rutenya melintasi ke Jateng, kami melakukan antisipasi,” tegasnya.

*Kunjungan Balasan*

Pertemuan siang itu penuh keakraban. _Gayeng_. Kang Emil yang tiga tahun lebih muda, tampak santun mengobrol santai dengan Ganjar.

Kedua pemimpin wilayah yang berbatasan tersebut, menunjukkan sikap kekeluargaan. Menggambarkan hubungan erat antartetangga daerah.

Kang Emil tampil elegan; memakai kemeja lengan panjang, berkacu pramuka, dan bermasker putih.

Sementara tuan rumah hanya jins dipadu kaus hitam bertuliskan: _Lebih Bike Pake Masker_. Tak lupa menggunakan masker kocak menyerupai wajah.

Alumni ITB itu menyebutkan Ganjar sudah dua kali ke Bandung, silaturahmi.

“Saya belum pernah ke Semarang menemui beliau. Jadi, Ini sebagai kunjungan balasan,” ucapnya.

Dia berharap ke depan kerja sama Jawa Barat dan Jawa Tengah semakin maju.

“Di level bawah, wilayah perbatasan Jawa barat dan Jawa Tengah, juga sudah banyak kemajuan,” tuturnya.

Menurut Kang Emil, dirinya dan Ganjar saling mendukung program demi kemajuan di wilayah perbatasan.

“Kita saling dukung program, disamakan. Anggaran (juga) disamakan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Kang Emil, di wilayah perbatasan itu ada wilayah Jawa Barat berbahasa Jawa, dan wilayah Jateng berbahasa Sunda. “Ya, di Brebes dan Cilacap,” timpal Ganjar.

“Banyak huruf A-nya,” guyon Kang Emil, disambut tawa Ganjar.

Maksudnya, kosakata bahasa Sunda banyak diakhiri huruf “a”, sedangkan bahasa Jawa biasa diakhiri huruf “o”.

Sebelum pamit meninggalkan rumah dinas Gubernur Jateng, Kang Emil dengan ramah mempersilakan Ganjar bertandang kembali ke Jawa Barat.

“Saya tunggu kembali kedatangan Pak Ganjar kembali ke Jawa Barat. Kita lihat, apa yang bisa dikerjasamakan lebih maju lagi,” tandasnya. (*/ila)

Nusantara