RADAR JOGJA – Keberadaan pohon cemara udang (casuarina equisetifolia) cukup penting, utamanya bagi wilayah sekitar pesisir. Tanaman dengan daun berujung lancip seperti jarum ini, memiliki batang yang besar dan keras. Selain dapat menghalau angin, tanaman yang berasal dari Tiongkok ini dapat menjadi breakwater atau pemecah gelombang.

Ketua Tani Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Goa Cemara Sumartono membenarkan, cemara udang sangat bermanfaat. Pohon cemara yang rindang tentu dapat menjadi naungan. Suasana pantai yang panas dan gersang pun menjadi sejuk. Dan, itu menjadi nilai tambah pariwisata.

Bibit cemara udang yang baru ditanam, akan tumbuh rindang setelah enam tahun. Sementara untuk menjadi tinggi dan besar, seperti pohon yang ada di sekitar Pantai Goa Cemara, dibutuhkan waktu sekitar 18 tahun. “Di sini pertumbuhannya bagus,” ujar Sumartono saat ditemui di Pantai Goa Cemara, Minggu (25/10).

Selain sebagai naungan, ia mengungkap cemara udang dapat menjadi breakwater. Oleh sebab itu cemara udang dapat dijadikan salah satu mitigasi. “Tanaman casuarina equisetifolia ini cukup membantu bila ada tsunami,” sebutnya.

Tapi efektifitasnya tidak terlalu signifikan, bila gelombang tsunami mencapai 30 meter. “Kalau setinggi itu, kemungkinan hanya sedikit membantu,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Jogjakarta (Dinpar DIJ) Singgih Raharjo turut membenarkan, pohon cemara udang dapat menjadi upaya mitigasi. Sebab, pohon dapat menahan angin laut, sehingga angin yang masuk ke daratan tidak terlalu kencang. “Menambah keindahan dan keamanan. Juga bisa tumbuh di lingkungan pasir. Oleh sebab itu kami tanam,” jelasnya. (cr2/laz)

Nusantara