RADAR JOGJA – Calon bupati Gunungkidul nomor urut (3) Bambang Wisnu Handoyo berpandangan sudah saatnya pengelolaan objek pariwisata di Kabupaten Gunungkidu menggunakan sistem tiket elektronik atau e-ticketing.

Dengan sistem tersebut, semua pintu masuk tempat pembayaran retribusi (TPR) objek wisata mudah terbaca melalui perangkat digital. Sistem tiket elektronik telah diterapkan di Sleman dan Bantul sejak beberapa tahun lalu. Semua pengunjung otomatis terekam dengan alat digital tersebut.

“Sistem elektronik ini meminimalisasi terjadinya kebocoran,” ujar  pria yang akrab disapa BWH ini Rabu (21/10). Dikatakan, memakai e-ticketing ada banyak manfaatnya. Di antaranya, lebih transparan, memudahkan layanan dan melindungi petugas menghadapi  godaan di lapangan.

Di samping itu, daerah yang  menerapkan sistem digital  pendapatan dari sektor retribusi setiap bulan langsung terlihat melonjak dibandingkan sebelum menerapkan sistem tiket elektronik. “Sistem ii juga bisa lebih menghemat keuangan dari sisi belanja pegawai,” kata mantan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIJ ini.

Dalam pilkada Gunungkidul, BWH diusung PDI Perjuangan. Dia berpasagan dengan Benyamin Sudarmadi sebagai calon wakil bupati. Selain mengunjungi beberapa pantai, BWH juga menyambangi posko Tim SAR di Pantai Baron.

Di posko Tim SAR Pantai Baron, dia sempat berdialog dengan personil Tim SAR. BWH juga mengecek peralatan penunjang seperti radio komunikasi antarpos dan antarregu. Selama di Pantai Baron, dia  mendapatkan sambutan hangat dari paguyuban pedagang kuliner.

Lebih jauh dikatakan, pelayanan pariwisata menentukan kepuasan wisatawan.. Dari mulai petugas di pos TPR, petugas keamanan, Tim SAR, kelompok Sadar Wisata, perhimpunan pengusaha dan restoran. Juga paguyuban pedagang, petugas pengelola parkir, serta kelompok nelayan yang ada.

Kekompakan pelayanan pariwisata Gunungkidul ini harus diwujudkan. Ini karena kunjungan wisata di Gunungkidu tidak memenuhui target pendapatan daerah yang telah ditetapkan.

Misalnya pada 2018 dari target sebesar Rp 28 miliar, realisasinya Rp 24, 2 miliar. Kemudian 2019 ditargetkan Rp 27 miliar tercapai sebesar Rp 25 miliar. Atau kurang Rp 2 miliar dari proyeksi.

“Kalau e-ticketing diterapkan dengan cepat, saya yakin target teman-teman dinas pariwisata akan melampaui dengan mudah,” tegas BWH dengan nada optimistis. (kus)

Nusantara