RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja terpaksa meliburkan separo karyawan dan ASN di lingkungannya. Kebijakan ini ditempuh setelah ada temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di perkantoran tersebut. Imbasnya pelayanan publik tatap muka tak berjalan optimal. 

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyebutkan pasien seorang perempuan. Upaya tracing telah dilakukan. Kemudian ASN dua bidang di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut melakukan isolasi mandiri. Ada pula swab PCR kepada 12 kontak erat. Hasilnya, seluruh ASN dipastikan negatif Covid-19.

“Termasuk saya kemarin swab karena masuk kontak erat. Kami lakukan blocking agar tak ada sebaran. Bidang yang kami minta isolasi mandiri adalah peliputan dan media massa. Lalu lantai 1 kami tutup,” katanya, Kamis (22/10).

Penutupan separo kantor telah dilakukan selama sepekan. Penerapan sistem kerja mengusung separo work from office (WFO) dan work from home (WFH). Tujuannya agar pelayanan publik dan kinerja OPD tak sepenuhnya lumpuh.

Heroe memastikan dalam waktu dekat aktivitas perkantoran akan berlangsung normal. Tentunya berdasarkan perhitungan waktu isolasi dan disinfeksi. Dia meminta agar penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap berlaku ketat dan disiplin.

“Sebenarnya operasional kantor tidak ada masalah, karena bergantian dan WFH. Tapi tetap perlu ada antisipasi. Dalam waktu dekat sudah kembali normal,” ujarnya. (dwi/tif)

Nusantara