RADAR JOGJA – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja langsung menyikapi pasca bus pariwisata yang terperosok ke dalam lubang galian proyek di kawasan Tugu Pal Putih.  Kepala DPUPKP Kota Jogja Hari Setyawacana mengaku sudah meminta kepada penyedia jasa atau pelaksana proyek untuk bisa manambah jumlah rambu-rambu lalu lintas.

Rambu lalu lintas itu akan ditempatkan di sejumlah titik di kawasan Tugu sebelum memasuki wilayah revitalisasi. Ini juga sejalan dengan simpang Tugu yang sudah mulai dilakukan pembongkaran. “Kami juga sudah koordinasi dengan teman-teman Dishub (Dinas Perhubungan). Jadi, pejalan kaki atau pengguna jalan bisa memilih alternatif,” katanya Selasa (20/10).

Hari menjelaskan, meski bus pariwisata dalam kondisi normal diperbolehkan melintas kawasan Tugu, insiden itu disebabkan oleh bus yang terlalu mepet ke tepi kiri saat bermanuver untuk belok ke arah timur. Padahal, terdapat lubang galian PDAM yang belum dipadatkan secara maksimal sehingga ambles.

“Ini menjadi evaluasi kami, karena tidak menginformasikan terutama untuk kendaraan besar. Termasuk kordinasi dengan perhubungan kaitannya pengarahan bus, sebaiknya menghindari simpang Tugu dulu,” ujarnya.

Dikatakan, proyek revitalisasi kawasan Tugu  masih berlangsung hingga Desember mendatang. Saat ini tahapan paling dekat, PLN bakal memulai bekerja untuk memindahkan kabel yang melintang di udara. Pemindahan kabel ke bawah tanah menggunakan sistem ducting sudah diselesaikan. Akan tetapi, banyak sekali tahapan pemindahan kabel.

“PLN harus menyiapkan kabel tanah, lalu tiang trafo. Setelah semuanya siap, kabel udara langsung disambung ke situ. Nah, besok (hari ini, Red) PLN mulai bekerja menyiapkan kabel tanah dan tiang trafonya,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Windharto mengatakan, pihaknya sama sekali belum menyiapkan rekayasa lalu lintas di simpang empat Tugu. Sebab, kondisi jalan dinilai masih sanggup untuk dilalui arus kendaraan.

“Secara umum tidak ada rekayasa lalu lintas atau penutupan sementara. Kami memandangnya selama ini masih mampu dan cukup untuk manuver kendaraan dan sebagainya,” katanya.

Mengantisipasi agar kejadian itu tidak terulang kembali, perlu menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk kendaraan besar yang melintas di kawasan Tugu. Dishub akan menjalin koordinasi dengan DPUPKP agar proyek dan arus lalu lintas tidak terganggu.

“Kami akan bicara dengan PU untuk mengatur itu. Dalam arti, kalau memang masih ada potensi bus lewat, harus disediakan ruas khusus agar manuvernya lancar. Nanti ruas di sebelah mana akan kami bahas,”  tambah Windharto. (wia/laz)

Nusantara