RADAR JOGJA – Pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Gunungkidul sepi peminat. Salah satu penyebabnya, para pelamar takut menjalani syarat wajib rapid test.

Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Gunungkidul Rini Iswandari mengatakan, jumlah pendaftar KPPS dan PTPS belum memenuhi target. Dia menduga, ada beberapa faktor penyebab jumlah pendaftar belum tercapai.

“Pertama ketersediaan SDM yang memenuhi syarat minim, kedua syarat rapid test,” kata Rini dihubungi Kamis (15/10).

Dia mengatakan, banyak warga enggan dan takut mendaftar karena adanya syarat tersebut. Terkait dengan permasalahan ini dilakukan sosialisasi secara masif. Bahkan, untuk menarik minat masyarakat, pengumuman rekrutmen sampai ke tingkat padukuhan. Pendaftaran PTPS mulai 3-15 Oktober. ”Namun hingga hari terakhir ini, kuota pendaftar  belum mencukupi sehingga pendaftaran akan diperpanjang,” jelasnya.

“Biaya rapid test akan ditanggung oleh APBN. Pendaftar tinggal mengikuti pemeriksaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, karena kuota KPPS belum terpenuhi maka pendaftaran diperpanjang. Semula pendaftaran dibuka pada 7-13 Oktober dan sekarang diperpanjang hingga 18 Oktober 2020.

“Selain itu, persyaratan seperti umur dan pendidikan juga jadi kendala,” kata Ahmadi Ruslan Hani.

Lebih jauh dikatakan, KPU Gunungkidul membutuhkan 7 KPPS ditambah dua linmas di masing-masing TPS. Adapun jumlah TPS yang akan dibuka untuk Pilkada 2020 mencapai  1.898 titik. (gun/bah)

Nusantara