RADAR JOGJA – Semangka menjadi salah satu buah hasil pertanian di Gunungkidul. Hasil panen buah dengan kandungan air cukup tinggi pada musim ini ternyata menggiurkan.

Seorang warga Klayar, Kedungpoh, Nglipar, Suyanto mengatakan, musim kemarau tidak menyurutkan niat petani berpenghasilan tinggi dari sektor pertanian. Terbukti, luas lahan 1,2 hektar, hasil panen menembus puluhan ton dengan omset ratusan juta rupiah. ” Lahan 1,2 hektar ditanami 8 ribu benih dan hasil panennya 30 ton,” kata Suyanto Selasa (13/10).

Dikatakan, umur tanam hingga panen semangka sekitar 2,5 bulan. Memanfaatkan area persawahan kering, satu buah semangka ukuran berat mencapai 5 hingga 8 kilogram dengan rasa manis. ”Terdapat tiga jenis varian, meliputi semangka biji, semangka non biji dan semangka inul yang dikelola 24 petani,” ujarnya.

Menurut dia, semangka mudah ditanam karena tidak membutuhkan air berlebih. Sehingga, mudah dalam pembudidayaan. Perawatannya hanya perlu menyiram air jika kondisi lahan terlihat mulai mengering. ”Jika terlalu banyak air, buah semangka justru cepat busuk dan tidak memiliki rasa manis,” ungkapnya.

Tidak kalah penting, untuk memaksimalkan hasil produksi, setiap pagi dan sore hari  kondisi tanaman selalu dipantau. Jika mendapati daun kering, harus segera dipetik agar tidak membuat tanaman mati layu. ”Satu kilo semangka dijual dengan harga Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu tergantung dengan jenis dan juga kualitas semangka,” terangya.

Sementara itu, petani lainya Suherman mengatakan,  usaha petani mensiasati musim kemarau dengan cara mengoptimalkan sisa air aliran sungai Kali Oya. Berdekatan dengan sumber air memudahkan petani menggarap lahan dari tanam hingga panen.

“Awalnya kami coba-coba menanam semangka. Ternyata hasilnya menjanjikan,” kata Suherman.

Karena prospek dikembangkan, petani setempat sepakat menaman buah melon secara massal. Bersama dengan 24 petani lainnya menanam semangka pada lahan kurang lebih seluas 1,2 hektar.

“Harapan kami ketika panen harga tetap tinggi dan tidak jatuh. Harga sekarang normal dan petani masih untung,” ujarnya. (gun/bah)

Nusantara